HUKUM  

Ketum GPA Yakin Gus Yaqut Tak Bersalah 

JAKARTA, NUSANTARAPOS – Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al-Washliyah (PP GPA), Aminullah Siagian, menegaskan dengan bahwa Gus Yaqut Cholil Qoumas tidak akan dibiarkan menghadapi badai hukum sendirian.

Mantan Menteri Agama yang kini menjadi tersangka dugaan korupsi kuota haji 2024 menurut Aminullah mendapatkan perlakuan yang tidak adil dan ada dugaan unsur politik di dalamnya.

“Kami memberikan support penuh pada Gus Yaqut. Sahabat dan saudara seperjuangan tidak akan pernah meninggalkannya. Publik harus menghormati asas praduga tak bersalah. Ini soal keadilan, bukan sekadar sensasi media atau tekanan politik,” tegas Aminullah di Jakarta, Rabu (21/01/2026).

Aminullah menyoroti adanya kekuatan besar di balik kasus ini yang menurut Gus Yaqut harus diungkap.

“KPK jangan hanya menarget Gus Yaqut. Pelaku kebijakan dan kepentingan di balik dugaan ini harus diproses hukum. Jangan sampai sahabat kami dikoyo-koyo, sementara kekuatan besar tetap lolos dari pengawasan,” ujarnya.

Lebih jauh, Aminullah menegaskan komitmen penuh PP GPA untuk mendukung Gus Yaqut, baik melalui jalur hukum maupun jalur politik.

“Keluarganya adalah keturunan para pejuang Republik. Jika Gus Yaqut dikoyo-koyo, keluarga besarnya pasti marah. Dan kami, sebagai organisasi pemuda revolusioner, tidak akan diam. Solidaritas dan keadilan adalah prinsip kami”, tegasnya.

Aminullah menambahkan bahwa dukungan ini bukan sekadar retorika. Pihaknya akan mengawal proses hukum ini dengan tegas dan transparan. Kebenaran akan selalu menemukan jalannya, dan sahabat seperjuangan tidak akan pernah ditinggalkan, cetusnya.

“Kami berdiri di sisi kebenaran, kami berdiri untuk Gus Yaqut, dan kami tidak akan mundur. Keadilan tidak boleh dikompromikan. Demi keadilan, kami mengusulkan pada Presiden Prabowo agar Gus Yaqut di beri amnesti di dalam kasus ini karena sejak awal sangat politis. Kami yakin Gus Yaqut sedang di kriminalisasi hukum”, pungkasnya.