Prof Gayus Lumbuun: Guru Besar Bisa Jadi Nation Thinker

Guru Besar Universitas Krisnadwipayana (Unkris), Prof Gayus Lumbuun.

Jakarta, NUSANTARAPOS – Peran Guru Besar sangat strategis, tidak hanya memperkaya ilmu pengetahuan, tapi juga dalam memberi solusi bagi perbaikan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

“Pelibatan para Guru Besar merupakan langkah nyata dalam menyelesaikan masalah bangsa ini. Masukan dari Guru Besar akan memperkaya solusi konkrit sehingga Indonesia benar-benar siap masuk pada masa keemasannya,” kata Guru Besar Universitas Krisnadwipayana (Unkris), Prof Gayus Lumbuun, di Jakarta, Kamis (21/1/2026).

Menurutnya, dialog Presiden RI Prabowo Subianto dengan sekitar 1.200 guru besar di Istana Merdeka, Jakarta, 15 Januari 2026 lalu, menjadi momentum penting dan bukti keseriusan pemerintah dalam melibatkan para guru besar sebagai nation thinker bagi berbagai persoalan bangsa.

“Saya mengapresiasi langkah Presiden Prabowo yang mengundang para guru besar untuk menyampaikan pokok-pokok pemikirannya,” ujar Hakim Agung RI periode 2011-2018 ini, yang juga ikut diundang pada pertemuan tersebut.

Namun, Prof Gayus berharap tidak berhenti sampai disitu, melainkan akan ada langkah lanjutan dengan melibatkan para guru besar dalam berbagai program pemerintah.

“Guru Besar bukan hanya kelompok pemikir, tapi bisa menjadi solution maker terhadap berbagai persoalan yang ada. Karenanya, sudah sepatutnya diberdayakan untuk memberi solusi ditengah kondisi bangsa, pun secara internasional, yang tidak menentu seperti sekarang ini,” imbuh Founder Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Profesor Gayus Lumbuun ini.

Baginya, pemikiran para guru besar tidak hanya dilandasi keilmuan semata, melainkan merupakan kajian dan analisa dari sebuah realita.

Seperti diketahui, usai bertemu dengan para guru besar, Presiden Prabowo melakukan kunjungan kenegaraan ke Inggris, di mana salah satu poin penting yang dihasilkan adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dengan mengajak sejumlah kampus di Inggris untuk bekerja sama, khususnya di bidang science, technology, engineering, and mathematics.

“Ini tentu baik bagi peningkatan kualitas SDM kita dan menjadi tantangan bagi perguruan tinggi di Indonesia untuk dapat meningkatkan peringkatnya di level global,” serunya.

Prof Gayus menilai, upaya Presiden Prabowo dalam mendorong kemajuan pendidikan dan peran serta guru besar merupakan sinyal positif dalam persiapan menuju Indonesia Emas 2045. (*)