PACITAN,NUSANTARAPOS, – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, dr. H. Warkim Sutarto, MARS, Anggota DPRD Kabupaten Pacitan dari Fraksi Demokrat, mengajak seluruh masyarakat untuk menyikapi perbedaan penetapan awal Ramadhan dengan sikap dewasa dan penuh toleransi.
Menurutnya, perbedaan dalam menentukan awal Ramadhan bukanlah hal baru di tengah umat Islam. Metode penetapan yang digunakan, baik melalui rukyatul hilal maupun hisab, memiliki dasar dan landasan masing-masing yang telah dipedomani oleh berbagai organisasi keagamaan.
“Perbedaan ini adalah bagian dari dinamika yang sudah terjadi sejak lama. Karena itu, tidak perlu dipermasalahkan secara berlebihan. Yang terpenting adalah bagaimana kita semua bisa menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk dan penuh keikhlasan,” ujar dr. H. Warkim Sutarto, MARS.
Ia menegaskan bahwa Ramadhan seharusnya menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, memperkuat ukhuwah islamiyah, serta menjaga kerukunan di tengah masyarakat Pacitan. Jangan sampai perbedaan penetapan awal puasa justru memicu perdebatan yang tidak produktif.
Sebagai wakil rakyat, ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga suasana yang kondusif, saling menghormati, serta menjunjung tinggi nilai toleransi antarumat beragama.
“Yang terpenting adalah substansi ibadahnya. Mari kita fokus meningkatkan kualitas iman, memperbanyak amal sosial, dan menjaga persatuan di Kabupaten Pacitan yang kita cintai ini,” tambahnya.
Dengan semangat kebersamaan dan persaudaraan, diharapkan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan damai, penuh kekhusyukan, serta tetap menjaga harmoni di tengah perbedaan.

