JAKARTA, NUSANTARAPOS – Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) menyatakan secara tegas bahwa percepatan pemulihan pascabencana di Sumatra baru menunjukkan hasil signifikan setelah DPR RI turun langsung melakukan pengawasan dan koordinasi lintas sektor.
Ketua DPP KNPI yang juga Kornas Gerakan Muda Pembaharu, Muhammad Natsir, menilai sebelum keterlibatan aktif DPR, proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan lamban akibat rantai administrasi yang berbelit dan koordinasi yang tidak efektif.
Muhammad Natsir sebut kehadiran DPR RI di bawah komando Sufmi Dasco Ahmad jadi titik balik percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
“Tanpa intervensi dan pengawalan langsung DPR, pemulihan bisa saja terus mandek. Fakta di lapangan menunjukkan perubahan drastis terjadi setelah DPR hadir di bawah komando pak Dasco dan memimpin rapat koordinasi bersama pemerintah,” tegas Natsir.
Ia menyoroti bahwa kehadiran DPR ke Aceh serta pelaksanaan rapat koordinasi sebanyak tiga kali telah menghasilkan percepatan nyata. Berdasarkan pernyataan Menteri Dalam Negeri selaku Ketua Satgas, progres pemulihan kini telah mencapai 70 persen.
“Ini bukan klaim kosong. Angka 70 persen adalah indikator konkret bahwa kerja terukur mulai berjalan efektif. Koordinasi yang sebelumnya tersendat kini lebih solid dan terarah,” ujarnya.
Natsir menekankan bahwa momentum rapat koordinasi ketiga harus menjadi titik final percepatan agar rehabilitasi dan rekonstruksi tuntas sebelum Lebaran. Ia juga mengingatkan agar pemerintah tidak kembali terjebak dalam pola birokrasi yang kaku dan normatif.
“Rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana harus ditempuh dengan langkah taktis, progresif, dan responsif. Rakyat menunggu kepastian, bukan prosedur yang berputar-putar,” pungkasnya.

