Jakarta, Nusantarapos – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) akan memberikan kebijakan tarif gratis saat libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M.
Hal itu diungkapkan Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza. “Lebaran kemarin pada saat acara Ramadhan Festival kan Pak Gubernur sudah sampaikan akan digratiskan. Jadi nanti kita tinggal tunggu pengumumannya apakah berapa hari, nanti tanggal berapa, nanti kita lihat. Tapi beliau sudah dan diulang di beberapa doorstop ya, akan digratiskan,” ujar Welfizon yang ditemui di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Kebijakan ini tentunya menjadi komitmen dari Pemprov DKI Jakarta dalam rangka mendorong penggunaan transportasi publik di libur hari-hari keagamaan.
Secara sistem, masyarakat akan dikenakan tarif Rp 1 dalam sekali perjalanan. “Secara sistem di Transjakarta, MRT, dan yang lain itu Rp 0 tetap harus ada nilai, makanya jadinya Rp 1. Jadi Rp 1 dan Rp 0 sebenarnya secara rupiahnya nggak beda jauh lah ya.Tapi secara teknologinya karena memang harus ada proses rupiah yang ditransfer dari kartu itu, makanya konversi dari Rp 0 itu menjadi Rp 1 gitu,” paparnya.
Welfizon juga menyatakan akan memulai jam operasional Transjakarta saat libur Lebaran antara pukul 09.00-10.00 WIB.
“Biasanya pada saat hari H Lebaran itu kita menyesuaikan jam operasional untuk memberikan kesempatan kepada semua karyawan, terutama teman-teman pramudi, juga untuk bisa menjalankan sholat Idulfitri. Jadi kita mulai operasi kita perkirakan mungkin jam 09.00 atau jam 10.00 ya. Dan biasanya memang pagi-pagi itu rata-rata sholat di lingkungan masing-masing, dan silaturahminya mulai jam 10.00 atau bahkan setelah Zuhur. Jadi nanti kita akan sesuaikan jam operasionalnya,” lanjutnya.
Tak hanya itu, Transjakarta juga akan mengantisipasi jumlah armada Transjakarta ke tempat-tempat wisata yang dipadati keramaian.
“Selama libur Lebaran ini liburnya kayaknya agak panjang ya. Biasanya yang kita antisipasi adalah permintaan atau perjalanan yang cukup banyak menuju tempat-tempat wisata. Jadi ke Ancol, kemudian juga ke Taman Mini, Ragunan, mungkin juga PIK, karena sudah ada rute PIK. Ini adalah nanti rute-rute yang mungkin kita akan perkuat armadanya,” terangnya.
“Termasuk juga kita sedang mempelajari beberapa rute TransJabodetabek, ya, yang ke Alam Sutera atau yang ke Bogor. Kita akan lihat demand-nya dan nanti kita akan sesuaikan jumlah armadanya sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan,” pungkas Welfizon Yuza. (Arie)

