MBD,NUSANTARAPOS,- Kesulitan air yang dialami warga Desa Poliwu menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan TMMD ke-128. Musim kemarau yang berkepanjangan membuat sumber air yang selama ini digunakan warga mengering, sehingga kebutuhan air sehari-hari, termasuk untuk ternak, menjadi sulit terpenuhi.
Menanggapi kondisi tersebut, Satgas TMMD ke-128 bergerak cepat dengan menyiapkan langkah-langkah konkret. Komandan Satgas, Letnan Kolonel Nuriman Siswandi, turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat. Ia menegaskan bahwa permasalahan air menjadi prioritas yang harus segera ditangani.
“Kami akan berupaya menghadirkan solusi nyata agar masyarakat tidak terus mengalami kesulitan. Ketersediaan air adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi,” tegas Letkol Nuriman Siswandi Senin (5/5/2026),
Salah satu peternak, Bapak Oleng Saiklela, mengungkapkan bahwa selama musim kemarau ternaknya harus menempuh jarak hingga 9 kilometer untuk mendapatkan air. Kondisi ini tentu sangat melelahkan dan berdampak pada kesehatan ternak yang dipelihara.
Dengan adanya perhatian dan langkah nyata dari Satgas TMMD ke-128, masyarakat Desa Poliwu kini memiliki harapan besar. Mereka optimis bahwa permasalahan air dapat segera teratasi, sehingga kehidupan warga dan aktivitas peternakan dapat kembali berjalan dengan normal.

