Magelang – Pemerintah Kabupaten Magelang resmi meluncurkan program “Blonjo Warung Tonggo” sebagai upaya menggerakkan ekonomi kerakyatan dan memperkuat pelaku UMKM lokal. Program ini mulai dijalankan usai Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Lapangan Sawitan, Rabu 20 Mei 2026.
Program ini menjadi gerakan keteladanan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Magelang untuk berbelanja di warung-warung sekitar tempat tinggal mereka. Transaksi didorong menggunakan sistem pembayaran non-tunai melalui QRIS.
Bupati Magelang Grengseng Pamudji mengatakan program tersebut merupakan inisiatif ASN sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi ekonomi masyarakat sekitar.
“Ini inisiatif teman-teman ASN sebagai salah satu bentuk keteladanan dan kepeloporan untuk kepedulian terhadap ekonomi warga sekitar,” kata Grengseng.
Saat ini program masih berjalan di tiga lokasi sebagai tahap _soft launching_. Pemkab Magelang akan melakukan evaluasi dalam satu bulan ke depan sebelum diterapkan di seluruh wilayah kabupaten.
“Hari ini kita masih berjalan di tiga tempat sebagai _soft launching_. Nanti dalam waktu satu bulan kita evaluasi. Kalau memang benar-benar berdampak dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, sistemnya sederhana, bisa dilaksanakan dengan cepat dan tidak menyusahkan, nanti akan dilaunching ke seluruh Kabupaten Magelang,” jelasnya.
Grengseng menambahkan, program ini diawali dari kesadaran ASN untuk ikut menggerakkan ekonomi warung tetangga. Pemkab juga menyiapkan sistem penghargaan bagi ASN yang memiliki kepedulian lebih terhadap UMKM sekitar.
“Kita mulai dari kesadaran dulu teman-teman ASN. Konsepnya bukan _punishment_, tapi _reward_ bagi teman-teman yang mempunyai kepedulian lebih terhadap warung tetangga,” imbuhnya.
Dorong Transaksi Digital dan Pendampingan Pedagang
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Magelang Edi Wasono menyebut program ini diharapkan mempermudah transaksi masyarakat melalui pembayaran digital.
“Dengan Blonjo Warung Tonggo ini diharapkan memudahkan transaksi lewat non-tunai sehingga memberikan dampak yang baik bagi masyarakat,” ujarnya.
Disperindagkop akan melakukan pendampingan kepada para pedagang mulai dari proses pendaftaran, kurasi, hingga penggunaan aplikasi transaksi digital.
“Kami dari dasar pedagang akan melakukan pendampingan. Bagaimana mereka mendaftarkan, bagaimana kita kurasi, sampai terkait aplikasinya kami akan melakukan pendampingan,” kata Edi.
Menurutnya, program ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas UMKM melalui peran aktif ASN sebagai pelopor dan teladan.
Bank Bapas 69 Siap Fasilitasi Kredit Bunga Ringan
Dukungan juga datang dari Bank Bapas 69 Magelang. Direktur Bank Bapas 69 Rohmad Widodo menyatakan pihaknya siap memfasilitasi pelaku UMKM dengan akses kredit berbunga ringan.
“Bagi yang sudah ikut program QRIS-nya Bapas, insyaallah akan kita fasilitasi dengan kredit bunga murah, separuhnya dari KUR,” ujarnya.
Bank Bapas juga berencana mengusulkan subsidi bunga kepada Pemda agar UMKM mikro bisa memperoleh kredit tanpa bunga. Saat ini lebih dari 1.600 UMKM telah tergabung dalam website UMKM Bapas, dan merchant QRIS yang terdaftar mencapai lebih dari 300 merchant.
Untuk ASN, aplikasi Stupa sudah diinstal lebih dari seribu pengguna. Dari internal Bank Bapas sendiri, 100 persen pegawai sudah menginstal.
Bank Bapas menargetkan sedikitnya 3.000 transaksi per bulan melalui program ini dan mendorong pegawainya menggandeng minimal satu warung tetangga sebagai tempat berbelanja rutin dari sebagian tunjangan kinerja.

