GOSIP  

Cerita Ria Ricis Kurban di Rumah Lama Sebelum Pindah

Jakarta, Nusantarapos – Idul Adha 1447 Hijriah tahun ini jadi momen berkesan bagi Ria Ricis. Selain melaksanakan ibadah kurban dengan menyembelih tiga ekor sapi, Ricis juga menjadikan hari tersebut sebagai ajang perpisahan dengan rumah lamanya di kawasan Kebagusan, Jakarta Selatan, sebelum pindah ke hunian baru di Cilandak.

Ricis mengaku sengaja memilih lokasi kurban di dekat rumah lamanya karena memiliki banyak kenangan bersama warga sekitar. Selama bertahun-tahun tinggal di Kebagusan, ia merasa memiliki kedekatan dengan tetangga hingga anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya.

“Sebenernya sekalian perpisahan juga, karena kalau diberikan umur panjang dan rezeki cukup pengennya pindah ke rumah baru,” ujar Ria Ricis saat ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu, 27 Mei 2026.

Dalam perayaan Idul Adha tahun ini, Ricis menyebarkan hewan kurbannya ke tiga lokasi berbeda. Satu sapi dikurbankan di dekat rumahnya, satu lainnya di Pesantren Maskanul Huffadz milik sang kakak, Oki Setiana Dewi, dan satu lagi di pesantren rekanannya di Bogor.

“Alhamdulillah kurbannya ada tiga. Satu di dekat rumah, satu di pesantrennya Umma, satu lagi di Bogor,” katanya.

Suasana kurban di rumah Ricis pun dipadati warga dan penggemar yang ingin bersilaturahmi. Meski ramai, ibu satu anak itu mengaku sudah terbiasa dengan antusiasme masyarakat sekitar yang selama ini dekat dengannya.

“Aku sudah tahu karakter warga dan tetangga di sana. Kita sering ketemu, bikin konten, makan bareng, jadi hari ini lebih ke silaturahmi,” ucapnya.

Salah satu sapi kurban Ricis yang diberi nama “Macan” bahkan meninggalkan kesan emosional tersendiri. Ricis dan putrinya, Moana, disebut sudah merawat sapi tersebut sejak awal dibeli, mulai dari memberi makan hingga memandikannya.

“Moana sampai sedih karena sudah sayang sama sapinya. Dari awal beli dia ikut lihat dan kasih makan,” kata Ricis.

Ricis menjelaskan dirinya juga terus memberikan pemahaman kepada sang putri mengenai makna kurban sebagai bentuk cinta kepada Allah SWT dan pengorbanan atas apa yang dimiliki di dunia.

“Aku selalu bilang ke Moana, semua yang kita punya itu hanya titipan. Kurban adalah bentuk cinta kita kepada Allah SWT,” tuturnya. (*)