BUDAYA  

Pondok Siti Bentar Adakan Haul Kasepuh Pacitan, Hormati Para Pendiri Pacitan dengan Doa

Haul Kasepuhan Pacitan di Makam Ki Ageng Petung

PACITAN,NUSANTARAPOS,- Malam itu, Rabu, 10 Juni 2026, langit nampak cerah. Di area pemakaman Ki Ageng Petung, di Dusun Sedayu, Desa Kembang, sekitar 100 orang baik laki-laki maupun perempuan berpakaian muslim memenuhi area. Suasana pun nampak begitu sakral disaat ayat-ayat Allah dikumandangkan sebagai bentuk pemberian doa kepada para arwah yang mengawali babad di tanah Pacitan serta kepada arwah kaum muslimin dan muslimat yang sudah meninggal dunia.

Haul kasepuhan yang di inisiasi oleh Pondok Pesantren Siti Bentar Pacitan yang bekerja sama dengan masyarakat desa setempat ini merupakan bentuk ekspresi ucapan terima kasih generasi penerus terhadap leluhurnya dengan mengadakan doa bersama.

Menurut Wahyu Sudarmono, selaku ketua penyelenggara haul mengatakan, “Acara ini untuk doa bersama untuk tokoh-tokoh pendiri Pacitan yang diperingati setiap tanggal 25 Dzulhijah/ 25 besar haul kesepuhan Pacitan ke-456. Ini sebenarnya peringatan pengukuhan/jumenengan Raden Purbengkoro sebagai tumenggung pertama yang memimpin Pacitan era Islam.”

Ia menambahkan, selain acara ini untuk keturunan para pendiri Pacitan, juga dibuka untuk umum. “Namun karena keterbatasan jangkauan panitia untuk mengakses siapa-siapa yang menjadi keturunan tokoh itu, dan ini menjadi acara peringatan pendiri, ya kita anggap semua warga yang hidup di Pacitan ini ya huriah yang menjadi generasi penerus bagi leluhur yang kita peringati ini. Jadi kita tidak ada maksud lain selain untuk mendoakan dan menyambung silaturahmi bagi para keturunan tokoh-tokoh Pacitan,” terangnya.

Tak lupa Wahyu Sudarmono berharap, meskipun dukungan dari pemerintah daerah Kabupaten Pacitan belum ada, namun acara ini agar dapat dipahami dan diketahui masyarakat sehingga bisa menjadi media untuk saling merekatkan antar duriah leluhur Pacitan dan alur kesejarahan Pacitan.

“Ini juga rencana akan kalua ke depannya masyarakat setuju akan jadikan sebagai adat setiap tahun dan kami sanggup sebagai inisiator acara ini,” pungkasnya.

Editor: Joko Wiyono