PACITAN,NUSANTARAPOS,- Angka stunting di Kabupaten Pacitan telah mengalami penurunan secara signifikan. Dari data yang diperoleh pada Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, dari tahun 2023 sbeesar 20,9 %, 2024 sebesar 11,8 %, 2025 yaitu sebesar 11,56 %.
Dengan capaian penurunan angka stunting ini, untuk mempercepat, DInas Kesehatan Kabupaten Pacitan melakukan rapat koordinasi dengan Petugas Puskesmas yang dilaksanakan pada Kamis, (18/6/26) di ruang Husada Bhakti Tama. Acara ini diikuti oleh petugas gizi, bidang koordinator dan Bidan desa (Bides) dengan jumlah 84 orang.
“Kegiatan ini menitikberatkan pada pendampingan terhadap ibu hamil di Kabupaten Pacitan agar tidak melahirkan bayi dengan berat lahir rendah yang dapat menjadi bibit awal balita stunting,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan dr. Daru Mustikoaji melalui pesan WhatsApp massangernya.
Ia melanjutkan, pencegahan balita stunting ini sangat berpengaruh pada usia 1000 hpk (hari pertama kehidupan) yang dimulai dari masa kehamilan sehingga kondisi ibu hamil selama masa kehamilan sangat penting untuk mendapatkan perhatian.
Sementara, dalam melaksanakan tugasnya, setiap kader mendampingi 1 orang ibu hamil (bumil) yang memerlukan pendampingan, yaitu bumil yang mengalami Kurang energi kronik (KEK) yang akan didampingi selama 6 bulan. Ibu hamil akan dilakukan pemantauan kondisinya sehingga bayi yang akan dilahirkan nanti tidak BBLR (Bayi baru lahir rendah) dan tidak menjadi stunting baru.
“Selain dipantau kesehatannya bumil yang KEK juga diberikan PMT (pemberian makanan tambahan),” pungkasnya.

