Jakarta, NUSANTARAPOS – Hari Pelaut Sedunia (Day of the Seafarer) diperingati setiap tanggal 25 Juni. Ditetapkan secara resmi oleh Organisasi Maritim Internasional (IMO), peringatan ini bertujuan untuk memberikan penghargaan atas peran penting para pelaut yang menjaga rantai pasokan dan perdagangan global tetap berjalan.
Dalam peringatan Hari Pelaut 2026, Praktisi senior Capt. Redi Dasman, M.Mar., memberikan pandangannya, mengingat dirinya merupakan sesama insan maritim yang telah banyak merasakan garamnya kehidupan laut. Menurut Redi, jadi pelaut bukan hanya romantisasi memilki gaji besar dan bisa keliling dunia.
Berikut adalah ulasan Capt. Redi Dasman, M.Mar., sebagai praktisi sekaligus orang yang telah banyak melalang buana ke berbagai negara di atas kapal.
Sisi Profesionalisme ; Bukan Sekadar Pekerjaan, Tapi Keahlian Tinggi
Menjadi pelaut, terutama di level perwira dan komando (nakhoda), membutuhkan kompetensi yang diakui secara internasional melalui konvensi STCW (Standards of Training, Certification and Watchkeeping).
Navigasi & Teknologi
Pelaut modern harus menguasai teknologi canggih, mulai dari ECDIS (peta digital), sistem radar, hingga manajemen mesin kapal yang kompleks.
Manajemen Risiko
Laut adalah lingkungan yang dinamis dan tidak tertebak. Ulasan seorang praktisi pasti menekankan bahwa tugas utama pelaut adalah memastikan keselamatan kru, kapal, dan muatan (Safety First).
Sisi Kehidupan dan Mental: “The Unseen Hardship”
Di balik seragam yang gagah, ada realitas mental yang harus dihadapi setiap hari.
Isolasi dan Kerinduan
Berbulan-bulan jauh dari keluarga dan tanah air. Pelaut harus memiliki kesehatan mental yang baja untuk melawan kejenuhan di tengah samudra.
Tantangan Alam
Menghadapi cuaca buruk, badai, dan ombak besar adalah makanan sehari-hari. Di sini, nyali dan ketenangan dalam mengambil keputusan diuji.
Disiplin Semi-Militer
Kehidupan di atas kapal diatur oleh hierarki yang ketat demi kelancaran operasional dan keselamatan bersama.
Sisi Ekonomi dan Kontribusi terhadap Dunia
Urat Nadi Perdagangan Global
Lebih dari 80% perdagangan dunia diangkut melalui jalur laut. Tanpa pelaut, ekonomi global akan lumpuh. Pelaut adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang memastikan kebutuhan logistik dunia terpenuhi.
Kesejahteraan Finansial
Profesi ini memang menawarkan pendapatan yang kompetitif (terutama untuk pelayaran internasional), namun kompensasi tersebut sebanding dengan risiko, pengorbanan waktu, dan tanggung jawab yang dipikul.
Catatan Reflektif
Kehidupan di atas kapal mengajarkan kita banyak hal tentang kepemimpinan (leadership), kerja sama tim lintas budaya, dan pentingnya menjaga keharmonisan di ruang yang terbatas. Seorang Master Mariner tahu betul bahwa nahkoda yang hebat tidak lahir dari laut yang tenang, melainkan dari hantaman ombak dan badai yang berhasil dilewati dengan selamat.
SELAMAT HARI PELAUT SEDUNIA 25 JUNI 2026

