SEMUA  

Pemkab Magelang Fasilitasi Kreativitas Warga Lewat Festival Topeng Ireng di Kali Bening

MAGELANG — Pemerintah Kabupaten Magelang berkomitmen terus memfasilitasi kreativitas masyarakat dalam mengembangkan kesenian tradisional, salah satunya melalui penyelenggaraan Festival Topeng Ireng di area parkir Taman Wisata Air Kali Bening, Kecamatan Secang, Magelang, Sabtu (27/6/2026).

 

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, usai membuka kegiatan festival yang diikuti 25 kelompok ersebut. Ia menilai kesenian tradisional saat ini terus mengalami perkembangan yang positif di tengah masyarakat.

 

“Sekarang kesenian tradisi itu berkembang. Nah, perkembangan ini salah satunya adalah model salah satu jenisnya yang populer di masyarakat kita, Topeng Ireng. Ini kan kita memfasilitasi kreativitas mereka untuk bisa tampil bersama,” ujarnya.

 

Dipilihnya Kali Bening sebagai lokasi festival bukan tanpa alasan. Kawasan ini merupakan salah satu destinasi unggulan Kabupaten Magelang di masa lalu yang sempat redup akibat proses pembangunan yang memakan waktu cukup lama.

 

“Kita bertahap memperbaiki pelan-pelan persepsi publiknya bahwa di sini bisa digunakan untuk kegiatan kesenian. Ke depan harapannya Kali Bening bisa bangkit kembali,” lanjutnya.

 

Guna menghidupkan kembali sektor pariwisata dan kebudayaan, pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata terus mendorong peningkatan jumlah calender of event di Kabupaten Magelang. Pemerintah juga membuka ruang bagi masyarakat maupun insan pers yang memiliki ide-ide kreatif untuk menyelenggarakan acara baru.

 

“Apapun bentuknya, apapun jadinya, hari ini Magelang harus bahagia. Karena kita banyak destinasi wisata, maka harapannya semakin banyak calendar of event-nya. Ketika semakin banyak, maka efek dominonya akan semakin luas,” tambahnya.

 

Kesenian Topeng Ireng ini diharapkan dapat menjadi salah satu ikon budaya baru yang memperkuat identitas Kabupaten Magelang, bersanding dengan daya tarik budaya yang sudah ada sebelumnya seperti Soreng.

 

Lebih lanjut, ia berharap setiap daerah dapat menumbuhkan keunikan budayanya masing-masing tanpa harus meniru daerah lain.

 

“Kita kan enggak perlu meniru Temanggung atau Boyolali. Kreativitas masyarakat dengan kesenian dan budayanya nanti akan terbentuk dengan sendirinya. Tugas kami, pemerintah daerah, adalah memfasilitasi,” kata Grengseng.

 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Wisnu Argo Budiono, menyebut, sebanyak 25 peserta unjuk gigi dalam ajang lomba Topeng Ireng yang digelar tahun ini.

 

“Dari total peserta tersebut, 21 di antaranya merupakan perwakilan dari tingkat kecamatan, 3 peserta mendaftar secara mandiri, dan 1 peserta merupakan bintang tamu khusus yang didatangkan langsung dari Borobudur,” katanya.

 

Dia mengatakan dalam penilaian lomba ini, tim juri menitikberatkan pada beberapa unsur utama, yaitu ketepatan waktu, keserasian kostum, aspek seni, serta detail gerakan dari para penari.

 

“Pihak panitia juga telah menyiapkan apresiasi bagi para pemenang yang terdiri dari Juara 1, 2, dan 3, serta Harapan 1, 2, dan 3,” ujarnya.

 

Lomba yang telah memasuki tahun kedua penyelenggaraannya ini bertujuan utama untuk nguri-uri (melestarikan) kebudayaan Jawa, khususnya kesenian Topeng Ireng.

 

“Melalui konsistensi kegiatan ini, diharapkan kesenian tradisional tersebut dapat terus lestari dan tetap diterima oleh masyarakat luas di tengah perubahan zaman maupun pergantian generasi,” ungkap Wisnu.

 

disebutkan selain perlombaan, rangkaian acara hari ini juga dimeriahkan dengan peluncuran BTF (Borobudur Techno Festival). Festival teknologi tersebut menyasar para siswa di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Magelang, yang seluruh proses perlombaannya akan diselenggarakan secara daring (online) melalui platform Zoom.