Dulu Nyaris Renggut Korban Jiwa, Kini Jembatan Garuda Berdiri Kokoh di Desa Ngaglik

Warga mulai dapat memanfaatkan Jembatan Garuda yang usai dibangun di Desa Nglagik.

Magetan – Senyum bahagia tak bisa disembunyikan Kades Ngaglik, Parno. Seperti warganya, ia bersyukur jembatan yang selama bertahun-tahun hanya berupa konstruksi sederhana dari papan kayu kini telah berdiri kokoh setelah dibangun melalui program Jembatan Garuda.

Dengan mata berkaca-kaca, Parno mengenang kondisi jembatan lama yang nyaris merenggut nyawa salah seorang warganya. Papan kayu yang licin dan lapuk membuat seorang ibu yang sedang melintas hampir terjatuh ke sungai.

“Waktu itu ada salah satu warga kami, ibu-ibu, yang melintas di jembatan sambil membawa keranjang. Beliau terpeleset karena papan pijakannya sudah lapuk. Beruntung, keranjangnya tersangkut di salah satu papan sehingga tubuhnya tertahan dan warga bisa segera menolongnya,” katanya di lokasi Jembatan Garuda, Desa Nganglik, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Selasa (14/7/2026).

Menurut Parno, warga sebenarnya telah beberapa kali bergotong royong memperbaiki jembatan dengan mengganti papan yang rusak. Namun, upaya tersebut hanya bertahan sementara karena kondisi konstruksi jembatan memang sudah termakan usia.

“Padahal warga sudah berupaya mengganti papan secara swadaya, tetapi perbaikannya tidak bertahan lama karena kondisi jembatannya memang sudah tua,” ungkapnya.

Mewakili masyarakat Desa Ngaglik, Parno menyampaikan terima kasih atas pembangunan Jembatan Garuda di desanya.

“Terima kasih Bapak Presiden Prabowo, terima kasih TNI Angkatan Darat. Kami bersyukur sekali atas dibangunnya Jembatan Garuda. Ini sangat bermanfaat bagi warga di sini,” ujarnya.

Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto mengatakan bahwa Jembatan Garuda tersebut memiliki peran strategis karena menjadi akses penghubung antar kecamatan.

“Jembatan Garuda di Desa Ngaglik menghubungkan dua wilayah penting, yakni Kecamatan Parang dan Kecamatan Ngariboyo,” sebutnya.

Keberadaan jembatan itu juga diakui akan mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus memangkas waktu tempuh menuju pusat kota.

“Kami memilih jembatan ini sebagai sasaran program Jembatan Garuda karena dampaknya sangat luas. Jembatan ini memangkas jarak tempuh warga menjadi sekitar 4 kilometer, dibandingkan harus memutar melalui jalur lain yang mencapai sekitar 14 kilometer. Tentunya ini sangat signifikan, terlebih kini jembatan juga sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat,” jelasnya.

Kolonel Untoro berharap keberadaan Jembatan Garuda yang dibangun mampu memberikan manfaat jangka panjang dan luas bagi masyarakat maupun bagi kemajuan desa.

“Semoga dengan semakin mudahnya akses warga, jembatan ini dapat memberikan manfaat besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong desa-desa di sekitarnya menjadi semakin maju,” ujarnya.

Sementara itu, Dandim 0804/Magetan Letkol Inf Omi Girindra Sasmito mengapresiasi semangat gotong royong warga selama proses pembangunan jembatan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah, TNI, pemerintah desa, dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan daerah.

“Saya melihat nilai lebih pembangunan Jembatan Garuda adalah semangat gotong royong yang luar biasa. Hal itu juga terlihat di Desa Ngaglik. Setiap hari warga bahu-membahu bersama prajurit TNI yang kami kerahkan dalam pembangunan jembatan,” terangnya usai peresmian.

Dandim menegaskan, keberadaan Jembatan Garuda itu akan memperlancar berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari akses menuju sekolah, lahan pertanian, sentra peternakan, fasilitas kesehatan, hingga berbagai kegiatan sosial dan ekonomi lainnya.