TMMD  

Tangan Matrohim Meratakan Harapan Gotong Royong Warnai Pembangunan Jalan TMMD di Gumelem Kulon

BANJARNEGARA,NUSANTARAPOS, – Di bawah terik matahari yang mulai menyengat, deretan anggota Satgas TMMD Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 bersama warga terus berjibaku menyelesaikan pembangunan rabat beton di Dusun Kunir RT 01/09, Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara. Di antara mereka, tampak sosok Matrohim (50) yang dengan penuh semangat meratakan adukan beton menggunakan alat sederhana. Baginya, setiap ayunan alat yang ia gerakkan bukan sekadar pekerjaan, tetapi bentuk kepedulian terhadap masa depan desanya, Kamis (16/07/2026).

Program TMMD Reguler ke-129 Kodim 0704/Banjarnegara yang mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa” terus menunjukkan progres yang menggembirakan. Salah satu sasaran utamanya adalah pembangunan rabat beton sepanjang 737 meter, dengan lebar 2,5 meter dan ketebalan 15 sentimeter, yang nantinya akan menjadi akses penting bagi masyarakat Desa Gumelem Kulon.

Di lokasi pekerjaan, Matrohim tampak menyatu dengan anggota Satgas TMMD. Tanpa ragu, ia ikut meratakan campuran beton yang baru dituang agar permukaan jalan menjadi rata dan kokoh. Sesekali ia berkoordinasi dengan prajurit TNI untuk memastikan setiap bagian jalan dikerjakan dengan baik.

Keringat yang mengalir di wajahnya tidak mengurangi semangat. Justru senyum terus menghiasi raut mukanya setiap kali melihat hasil pekerjaan yang perlahan mulai membentuk jalan baru.

“Ini untuk desa kami sendiri. Kalau jalannya bagus, semua warga akan merasakan manfaatnya. Jadi saya senang bisa ikut membantu,” tutur Matrohim.

Ucapan sederhana itu menggambarkan tingginya rasa memiliki masyarakat terhadap pembangunan yang sedang berlangsung. Warga menyadari bahwa keberhasilan TMMD tidak hanya bergantung pada kerja keras Satgas, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat.

Setiap hari, lokasi pembangunan dipenuhi suasana gotong royong. Anggota Satgas TMMD dan warga saling berbagi tugas. Ada yang mengoperasikan mesin molen, mengangkut material menggunakan angkong, menuangkan adukan beton, hingga meratakannya agar menghasilkan permukaan jalan yang kuat dan nyaman dilalui.

Proses meratakan adukan beton menjadi salah satu tahapan penting dalam pembangunan rabat beton. Ketelitian sangat dibutuhkan agar permukaan jalan benar-benar rata dan memiliki ketebalan sesuai perencanaan. Matrohim bersama anggota Satgas bekerja dengan penuh kehati-hatian, memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga.

Semangat kebersamaan yang terjalin selama TMMD menjadi pemandangan yang menghangatkan hati. Tidak ada perbedaan antara warga dan prajurit. Semua bekerja berdampingan dengan tujuan yang sama, yakni menghadirkan infrastruktur yang lebih baik bagi masyarakat.

Pembangunan rabat beton ini diharapkan mampu meningkatkan akses transportasi warga, memperlancar distribusi hasil pertanian, memudahkan anak-anak menuju sekolah, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Jalan yang sebelumnya berupa tanah dan bebatuan akan berubah menjadi akses yang lebih aman dan nyaman sepanjang tahun.

Melalui TMMD, Kodim 0704/Banjarnegara tidak hanya membangun jalan, tetapi juga memperkuat budaya gotong royong yang menjadi identitas masyarakat Indonesia. Kehadiran warga seperti Matrohim menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan masih tumbuh subur di tengah kehidupan masyarakat pedesaan.

Bagi Matrohim, pengalaman bekerja bersama prajurit TNI memberikan kebanggaan tersendiri. Ia merasakan bahwa pembangunan desa bukan hanya menjadi tugas pemerintah atau TNI, melainkan tanggung jawab seluruh warga. Dengan ikut terlibat langsung, ia merasa menjadi bagian dari perubahan yang akan membawa manfaat bagi anak cucunya kelak.

Di setiap hamparan beton yang mulai mengeras, tersimpan cerita tentang kerja keras, pengorbanan, dan kebersamaan. Tangan-tangan warga yang meratakan adukan bersama Satgas TMMD menjadi simbol bahwa pembangunan akan semakin kuat apabila dilandasi semangat persatuan.

Melalui TMMD Reguler ke-129, Desa Gumelem Kulon tidak hanya memperoleh jalan baru, tetapi juga memperkokoh nilai gotong royong yang diwariskan dari generasi ke generasi. Sosok Matrohim menjadi cerminan bahwa membangun negeri memang dimulai dari desa, melalui langkah-langkah sederhana yang dilakukan bersama, dengan hati yang tulus demi kemajuan masyarakat.(Pendimbna).