Lambung Bahagia: Mahasiswa KKN-PK 69 UNHAS Edukasi Pencegahan dan Penanganan Nyeri Ulu Hati Melalui Kunjungan Door to Door

SIDRAP – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) 69 Gelombang 116 Universitas Hasanuddin Posko Kelurahan Wette’e, Jumliana Hattab, melaksanakan program kerja individu melalui program “Lambung Bahagia: Edukasi Door to Door tentang Pencegahan dan Penanganan Nyeri Ulu Hati” pada Minggu dan Senin (19-20/07/2026) pukul 16.00–18.00 WITA di Kelurahan Wette’e, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang.

Kegiatan ini dilaksanakan melalui kunjungan dari rumah ke rumah (door to door) dengan sasaran 25 masyarakat di Kelurahan Wette’e. Program bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyebab, faktor risiko, gejala, pencegahan, serta penanganan awal nyeri ulu hati melalui edukasi yang disampaikan secara langsung menggunakan buku saku “Lambung Bahagia” sebagai media pembelajaran.

Dalam pelaksanaannya, Jumliana Hattab memberikan penjelasan mengenai pentingnya menerapkan pola makan teratur, mengurangi konsumsi makanan yang dapat memicu gangguan lambung, mengelola stres, serta mengenali tanda-tanda yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut di fasilitas kesehatan. Setiap peserta memperoleh satu eksemplar buku saku sebagai bahan bacaan yang dapat dipelajari kembali di rumah sehingga informasi yang diberikan dapat terus diingat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain dibagikan kepada masyarakat, buku saku “Lambung Bahagia” juga diserahkan kepada kader Pustu Kelurahan Wette’e sebagai media edukasi yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan penyuluhan kesehatan berikutnya. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk keberlanjutan (sustainability) program agar informasi mengenai pencegahan dan penanganan nyeri ulu hati tetap dapat disampaikan kepada masyarakat meskipun masa pelaksanaan KKN telah berakhir.

Jumliana Hattab menjelaskan bahwa pendekatan door to door dipilih karena memungkinkan penyampaian informasi kesehatan secara lebih personal dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berdiskusi mengenai keluhan yang mereka alami.
“Melalui edukasi secara langsung dari rumah ke rumah, kami berharap masyarakat lebih mudah memahami cara mencegah dan menangani nyeri ulu hati. Buku saku yang diberikan diharapkan menjadi panduan sederhana yang dapat dibaca kembali bersama anggota keluarga sehingga manfaat program ini dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Jumliana Hattab, mahasiswa KKN-PK 69 Gelombang 116 Universitas Hasanuddin.

Perwakilan Puskesmas Pembantu (Pustu) Kelurahan Wette’e mengapresiasi inisiatif tersebut karena dinilai dapat memperkuat upaya promosi kesehatan di masyarakat.
“Buku saku yang disusun mahasiswa sangat membantu sebagai media edukasi bagi masyarakat. Kami akan memanfaatkan buku ini dalam kegiatan penyuluhan sehingga informasi mengenai pencegahan nyeri ulu hati dapat terus disampaikan kepada warga,” ungkap perwakilan kader Pustu Kelurahan Wette’e.

Masyarakat menyambut baik kegiatan ini karena memperoleh informasi yang mudah dipahami mengenai kesehatan lambung serta mendapatkan media edukasi yang dapat dijadikan referensi di rumah. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama proses edukasi berlangsung.

Melalui program “Lambung Bahagia”, diharapkan masyarakat Kelurahan Wette’e semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan lambung melalui pola makan yang teratur, gaya hidup sehat, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan nyeri ulu hati yang berulang atau semakin berat. Program ini juga diharapkan menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui edukasi yang berkelanjutan.