Sigap Sebelum Terlambat! KKNPK 69 Universitas Hasanuddin Bekali Remaja Desa Mattirotasi dengan Keterampilan Pertolongan Pertama Melalui Program SAHABAT SIAGA

Keadaan gawat darurat dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, termasuk di lingkungan sekolah. Sayangnya, masih banyak remaja yang belum mengetahui cara memberikan pertolongan pertama yang tepat ketika menghadapi situasi darurat. Berangkat dari kondisi tersebut, *Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKNPK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin* melaksanakan program *SAHABAT SIAGA (Edukasi Pertolongan Pertama pada Keadaan Gawat Darurat Sehari-hari)* pada *Kamis, 23 Juli 2026, di **SMP Negeri 2 Watang Pulu, Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang*.

Kegiatan ini diikuti oleh *44 siswa kelas VIII* yang antusias mengikuti rangkaian edukasi dan praktik sederhana mengenai pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan yang sering dijumpai di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui program *SAHABAT SIAGA*, para siswa dibekali pengetahuan mengenai langkah awal penanganan pada berbagai kondisi darurat, seperti pingsan, sesak napas, mimisan, tersedak, luka ringan, hingga pentingnya segera meminta bantuan tenaga kesehatan apabila kondisi korban memerlukan penanganan lebih lanjut. Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi, demonstrasi, dan praktik sehingga peserta dapat memahami serta mempraktikkan pertolongan pertama dengan benar.

*Putrytara Shafira Al Hambra*, selaku penanggung jawab program, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan sekolah.

> “Melalui SAHABAT SIAGA, kami ingin membekali siswa dengan pengetahuan dasar mengenai pertolongan pertama sehingga mereka tidak panik ketika menghadapi keadaan darurat. Harapannya, mereka mampu melakukan tindakan awal yang tepat sambil menunggu bantuan dari tenaga kesehatan,” ujar *Putrytara Shafira Al Hambra*.

Program ini mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Salah seorang guru *SMP Negeri 2 Watang Pulu* menyampaikan bahwa materi yang diberikan sangat relevan dengan kondisi di sekolah.

> “Bagus sekali program ini, Dek. Kadang ada anak yang mengalami sesak napas, tetapi kami sebagai guru maupun siswa belum mengetahui bagaimana memberikan pertolongan pertama yang benar. Edukasi seperti ini sangat bermanfaat karena menambah pengetahuan kami dalam menghadapi kondisi darurat di sekolah,” ungkap salah seorang guru.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan serta semangat mereka saat mengikuti sesi praktik. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam memberikan bantuan awal secara aman dan tepat, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

Melalui program *SAHABAT SIAGA, **KKNPK 69 Universitas Hasanuddin* berharap lahir generasi muda yang lebih tanggap, peduli, dan siap memberikan pertolongan pertama pada keadaan gawat darurat. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan tersebut, siswa diharapkan mampu menjadi penolong pertama yang sigap sehingga dapat meminimalkan risiko cedera maupun komplikasi sebelum korban mendapatkan penanganan medis.

*Karena dalam keadaan darurat, tindakan pertama yang tepat dapat menjadi penentu keselamatan seseorang.*