Dukung “SIDRAP ZERO RABIES 2030”, Mahasiswa KKN-PK Unhas Laksanakan Edukasi SIAP RABIES di SDN 4 Massepe

Pada Kamis, tanggal 23 Juli 2026, telah dilaksanakan salah satu program kerja (Proker) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin, bertempat di UPT SDN 4 Massepe, Kelurahan Massepe, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Provinsi Sulawesi Selatan.
Program kerja tersebut bertajuk “SIAP RABIES (Siswa Peduli Pencegahan Rabies): Program Edukasi Pencegahan Rabies melalui Pembelajaran Interaktif”, dengan penanggung jawab kegiatan Tari Salwa Humayra Tamsir, mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan, Universitas Hasanuddin, dan diikuti oleh seluruh siswa kelas VI UPT SDN 4 Massepe.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya angka kasus gigitan hewan penular rabies di wilayah Kabupaten Sidrap, sehingga dipandang perlu untuk menumbuhkan kesadaran dan kewaspadaan sejak dini, khususnya pada anak usia sekolah dasar. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan bahaya rabies serta jenis hewan pembawanya, ciri-ciri rabies baik pada hewan maupun manusia, langkah-langkah pencegahan, sikap yang tepat apabila bertemu hewan liar, dan tindakan pertolongan pertama yang perlu dilakukan apabila tergigit hewan pembawa rabies. Selain pemaparan materi, siswa turut diajak berperan aktif sebagai agen penyebar informasi di lingkungan masing-masing guna mendukung terwujudnya program “SIDRAP ZERO RABIES 2030”.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai, serta mendapat sambutan positif dari pihak sekolah maupun peserta didik yang mengikuti kegiatan dengan antusias melalui metode pembelajaran interaktif berupa presentasi, tanya jawab, dan kuis seputar rabies. Untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa, kegiatan juga dilengkapi dengan pengisian pre-test sebelum dan post-test setelah pemberian materi.

Salah satu guru pendamping, Ibu Ipah, memberikan tanggapan sebagai berikut: “Bagus, karena memberikan pengetahuan kepada anak-anak sejak dini, bahwa boleh berhubungan dengan hewan liar tapi jangan terlalu dekat karena akan menimbulkan dampak negatif akibat tergigit dan menjadi penyakit.”

Penanggung jawab kegiatan turut menyampaikan harapannya agar program ini dapat menjadi salah satu upaya berkelanjutan dalam menekan angka kasus rabies di Kabupaten Sidrap, khususnya di kalangan anak usia sekolah, serta menumbuhkan budaya sadar rabies sejak dini. Diharapkan pula ilmu yang telah diperoleh para siswa dapat ditularkan kembali kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan tempat tinggal masing-masing, sehingga tercipta lingkungan yang lebih aman, waspada, dan bebas dari ancaman rabies sejalan dengan visi “SIDRAP ZERO RABIES 2030”.