Banjarnegara – Senyum warga terlihat ketika bingkisan sembako diserahkan dalam rangkaian kunjungan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) PJO TMMD Reguler ke-129 TA 2026 di Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Senin (10/08/2026).
Pemberian bingkisan tersebut menjadi salah satu momen humanis dalam kunjungan Tim Wasev yang dipimpin Ketua Tim PJO Irut-4/Bin PKBN Itter Itum Itjenad Kolonel Kav. Budiman Ciptadi, S.A.P., M.Han, didampingi Letda Czi Boby Arista, Pama Sterad, serta Tim PKO Kodam, Pamen Ahli Bidang Ilpengtek dan LH Sahli Pangdam IV/Diponegoro Kolonel Inf. Erwin Ekagita Yuana, S.I.P., M.Si.
Rombongan turut didampingi Dandim 0704/Banjarnegara Letkol Inf Nodelismen Hulu, S.Pd., bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Banjarnegara. Di tengah kesibukan pelaksanaan TMMD, pemberian sembako menghadirkan suasana berbeda. Warga yang selama ini ikut bergotong royong membantu pembangunan menerima bingkisan dengan wajah penuh kegembiraan.
Bagi masyarakat, paket sembako tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun, perhatian yang diberikan menjadi tanda bahwa keberadaan TMMD tidak hanya berbicara tentang pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh sisi sosial dan kemanusiaan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan Tim Wasev untuk melihat secara langsung pelaksanaan TMMD Reguler ke-129 di Desa Gumelem Kulon.
Selain melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap sasaran fisik maupun nonfisik, rombongan juga berkesempatan berinteraksi dengan masyarakat. Suasana semakin hangat ketika bingkisan sembako diserahkan. Salaman dan senyum antara pejabat dengan warga mencerminkan kedekatan yang terbangun selama pelaksanaan TMMD.
Masyarakat Gumelem Kulon memang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program tersebut. Warga tidak hanya menyaksikan pembangunan, tetapi ikut turun tangan membantu Satgas dalam berbagai pekerjaan.
Mulai dari mengangkut material, membantu pengecoran rabat beton, memasang bekisting, hingga mengerjakan berbagai sasaran fisik lainnya dilakukan secara gotong royong. Semangat itulah yang membuat TMMD terasa sebagai program bersama, bukan hanya milik TNI.
Kehadiran Forkopimda Kabupaten Banjarnegara dalam pemberian bingkisan juga menunjukkan kuatnya sinergi lintas sektor dalam mendukung pelaksanaan TMMD. Kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan pembangunan yang menyentuh kebutuhan warga.
Pembangunan jalan rabat beton, talud, RTLH, Pos Kamling, plat beton, serta berbagai sasaran lainnya diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Gumelem Kulon. Namun, pembangunan fisik hanyalah salah satu bagian dari TMMD.
Kegiatan nonfisik juga menjadi perhatian, terutama dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kesehatan, wawasan kebangsaan, serta pemberdayaan masyarakat. Karena itu, bingkisan sembako yang dibagikan menjadi pelengkap dari semangat pengabdian tersebut.
Bagi warga yang menerima bingkisan, momen tersebut menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Mereka merasakan bahwa selama pelaksanaan TMMD, masyarakat tidak hanya mendapatkan pembangunan jalan dan fasilitas umum, tetapi juga mendapatkan perhatian secara langsung. Senyum warga menjadi gambaran sederhana dari keberhasilan membangun hubungan yang erat antara TNI dan rakyat.
Di Gumelem Kulon, pembangunan berjalan bersama kebersamaan. Material diangkut bersama, adukan beton dikerjakan bersama, dan hasil pembangunan nantinya juga akan dinikmati bersama. Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa,” kegiatan tersebut kembali memperlihatkan bahwa membangun negeri tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar.
Kadang, sebuah jalan yang diperbaiki mampu membuka akses. Sebuah rumah yang direnovasi mampu menghadirkan rasa aman. Dan sebuah bingkisan sembako mampu menghadirkan senyum bagi keluarga penerimanya. Semua itu menjadi bagian dari satu cerita besar: TNI, pemerintah, dan rakyat berjalan bersama membangun desa.(Pendimbna).

