TMMD  

Selaraskan Persepsi: Danki Satgas TMMD, Kades, dan Babinsa atur strategi demi kelancaran sasaran fisik dalam program TMMD ke 129

LAMONGAN – Di antara peluh para prajurit dan warga yang mulai bekerja sasaran fisik yaitu jalan usaha tani, TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129, tampak tiga sosok duduk melingkar di pinggir jalan desa.

 

​Mereka adalah Komandan Kompi (Danki) Satgas TMMD ke-129, Lettu Czi Jamil dari kesatuan Yonif TP 887/KJM, Kepala Desa Tlemang, Bapak Aris, dan Babinsa setempat, Sertu Muin. Pertemuan di sela-sela kesibukan pemadatan jalan ini bukan sekadar istirahat melepas lelah, melainkan sebuah momentum krusial untuk menyamakan persepsi demi percepatan dan kualitas pembangunan di desa tersebut.

 

​Dengan segelas kopi hitam dan ketela rebus hidangan warga, obrolan mengalir hangat namun sarat akan substansi. Lettu Czi Jamil menegaskan bahwa kehadiran TNI di Desa Tlemang bukan sekadar membangun infrastruktur fisik, melainkan membangun kedekatan emosional dan menghidupkan kembali marwah gotong royong yang menjadi akar budaya bangsa.

 

​”Kami ingin memastikan setiap jengkal semen yang dituang dan setiap batu yang ditata benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat Tlemang. Oleh karena itu, sinergi pikiran antara Satgas, Pemerintah Desa, dan Babinsa sebagai ujung tombak pertahanan di lapangan harus berada dalam satu frekuensi yang sama,” ujar Lettu Czi Jamil di sela perbincangan.

 

​Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Tlemang, Bapak Aris, menyampaikan rasa terima kasih dan optimisme yang tinggi. Baginya, kehadiran program TMMD ke-129 ini laksana angin segar yang mengakselerasi impian warga desa yang sudah lama mendambakan akses infrastruktur yang lebih layak.

 

​”Duduk bersama seperti ini membuat kami saling memahami. Hambatan di lapangan bisa langsung kita cari solusinya bersama-sama. Kami selaku pihak desa siap menggerakkan swadaya masyarakat secara maksimal agar kemanunggalan ini berjalan sukses,” ungkap Bapak Aris penuh semangat.

 

​Sementara itu, Sertu Muin selaku Babinsa yang hari-harinya dihabiskan bersama warga, bertindak sebagai jembatan informasi. Ia memastikan bahwa apa yang direncanakan oleh komando atas dan pemerintah desa dapat dieksekusi dengan baik oleh warga di tingkat RT maupun RW.

 

  • ​Pertemuan humanis yang berlangsung singkat namun produktif ini menjadi potret nyata bahwa pembangunan yang sukses tidak hanya dimulai dari cetak biru di atas kertas, melainkan dari hati yang saling bicara. Ketika persepsi telah selaras, beratnya medan fisik di Desa Tlemang tak lagi menjadi aral melainkan tantangan yang siap dituntaskan bersama demi kesejahteraan masyarakat. (Pendim0812)