Pusat Komando yang Kini Sunyi: Menatap Balai Desa Tlemang Sepeninggal Pasukan TMMD 129 Kodim 0812/Lamongan

LAMONGAN – Suasana tenang khas pedesaan kembali menyelimuti Balai Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang. Bangunan yang sempat menjadi markas pergerakan ratusan prajurit Satgas TMMD ke-129 Kodim 0812/Lamongan tersebut kini mendadak lengang setelah seluruh personel berpamitan kembali ke pangkalan kesatuan.
Dua puluh empat jam sehari selama satu bulan, Balai Desa Tlemang selalu terang dan bernyawa oleh berbagai macam dinamika penugasan.
Mulai dari rapat koordinasi lintas sektor, posko kesehatan lapangan, hingga tempat melepas lelah para prajurit di malam hari terpusat di area ini.
Kini, kursi-kursi di pendopo balai desa yang biasanya diduduki para komandan kompi dan perwira staf tampak tersusun rapi dalam keheningan.
Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, M.BA., M.Ek., menilai bahwa dinamika yang terjadi di Balai Desa Tlemang merupakan simbol suksesnya kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah.
”Balai Desa Tlemang telah menjadi saksi sejarah betapa hebatnya kerja sama antara TNI, Pemkab, dan masyarakat. Jika hari ini balai desa terasa sepi setelah Satgas TMMD 129 kembali ke kesatuan, itu adalah rasa sepi yang membanggakan karena seluruh target pembangunan telah berhasil diselesaikan dengan sempurna,” tutur Bupati Yuhronur Efendi.
Masyarakat yang datang mengurus administrasi kependudukan di balai desa kini tak lagi menjumpai jajaran prajurit yang menyapa mereka dengan ramah.
Anak-anak desa yang biasanya berkumpul di halaman balai desa pada sore hari untuk belajar dan bermain bersama Satgas kini juga merasakan kerinduan mendalam.
Aparatur Pemerintah Desa Tlemang bertekad menjadikan balai desa sebagai pusat pemeliharaan dan pengawasan aset-aset infrastruktur baru buatan TMMD.
Keheningan Balai Desa Tlemang saat ini membingkai akhir cerita manis dari pengabdian tulus prajurit TNI dalam membangun desa di pelosok Lamongan.
