Jakarta, Nusantarapos – Sepertinya warga Jakarta sangat kesal dengan prilaku jajaran Satuan pelaksana lingkungan hidup kecamatan Pesanggaran. Betapa tidak disaat warga Jakarta dibatasi membuang sampahnya dengan jalan dipilah, jajaran satpel lingkungan hidup kecamatan Pesanggaran memberi karpet merah, untuk sampah dari wilayah tetangga seperti Tangsel. Hal itu bisa dilihat dari sering keluar masuk germor yang mengangkut sampah ke Dipo asrama Pesanggrahan yang berasal dari wilayah luar DKI.
Berdasarkan pantauan dilapangan dan informasi orang dalam, untuk tidak menumpuk di satu titik, jajaran Satpel Pesanggrahan memecah titik lokasi menjadi beberapa tempat, diantaranya, Dipo KKN dan Dipo Rengas. Yang lebih unik, untuk mengawasi Dipo KKN, pengawas dari satpel LH Pesanggrahan yang juga P3K Paruh Waktu yang berinsial RD memperkejakan orang lokal untuk mengawasi alur masuk sampah dilokasi tersebut, yang berinsial KM dan MK. sehingga pengawas tersebut jarang berada dilokasi. Dan baru ada di lokasi pada jam-jam tertentu.
Akibat adanya pemberian karpet merah untuk sampah tersebut, diduga jajaran satpel lingkungan hidup kecamatan Pesanggaran melakukan.
Selain 3 titik pembuangan sampah, masih ada 8 titik lainnya yang diduga menjadi lahan pungli oleh jajaran satpel lingkungan hidup Pesanggrahan. diantaranya :
1. Dipo Deplu dengan nilai Rp 3 juta
2. Dipo Perumahan Bukit Mas dan Ozon sebesar 5 Juta per bulan mengunakan truk dengan cara door to door setiap rumah.
3. Dipo perumahan Depsos 2 juta dengan menggunakan full gerobak seminggu 2x
Perumahan Bintaro Jaya dengan sistem door to door dengan nilai 6 juta setiap bulannya.
4. Perumahan Bumi Bintaro Permai dengan sistem door to door dengan nilai setiap bulan 5 juta.
5. Komplek Kodam RW 5 dengan sistem door to door senilai 4 juta.
6. Perumahan Pesanggrahan Mas dengan nilai 4 Juta setiap bulannya.
7. Untuk kelurahan Ulujami Rw 03 senilai 2 juta per bulan.
8. Serta lokasi di depan Lapangan Depen senilai 3 juta per bulan.
Untuk Dipo yang berada di dalam asrama Pesanggrahan ada 32-33 germor. Untuk biaya setiap germornya 1,3 juta setiap bulan. Sedangkan untuk Dipo KKN setiap 14 juta, diluar uang gaji penjaga dua orang sebesar 2 juta sebulan.

Belakangan, dugaan pungli di perumahan Bumi Bintaro Permai dibongkar lansung oleh Wakadis Lingkungan Hidup DKI Purwanti Suryandari. Dengan memanggil seluruh jajaran Satpel Pesanggrahan di ruangan gedung JRC pada Selasa (11/8) malam.
Selain masalah pungli, dugaan penggelapan retribusi kebersihan juga perlu diungkap di satuan pelaksana lingkungan hidup kecamatan Pesanggaran. Pasalnya seluruh retribusi yang ada, tidak sepenuhnya disetorkan ke Dispenda. Hal ini diduga lemahnya pengawasan dari Kasudin Lingkungan Hidup Jakarta Selatan.
Saat masalah ini dikonfirmasi kepada Kasudin Lingkungan Hidup Jakarta Selatan Rizky Febrianto dan Kasatpel Lingkungan Hidup Pesanggrahan Zulkifli, yang bersangkut lama merespon.
Sementara itu, penggiat anti korupsi Dadan Hardian meminta dilakukan evaluasi pada jajaran satpel lingkungan hidup kecamatan Pesanggaran, guna memaksimalkan pemilihan sampah yang digaungkan oleh gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
”Dengan dievaluasi secara menyeluruh , diharapkan kinerja dari seluruh jajaran satpel lingkungan hidup kecamatan Pesanggaran bisa kembali disiplin dan patuh kepada aturan yang telah disepakati,” ujarnya.
Sedangkan, untuk dugaan penggelapan retribusi, Dadan meminta agar jajaran inspektorat turun dan memeriksa seluruh jajaran satpel Pesanggrahan dan Kasudin Lingkungan Hidup Jakarta Selatan yang diduga lemahnya pengawasan terhadap aliran retribusi.




