Usai Putusan MK Jokowi Bertemu Prabowo, Badaruddin Picunang : Komunikasi Antar Pemimpin Harus Dinilai Positif

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Nasional PSI, Badaruddin Andi Picunang.

Jakarta, NUSANTARAPOS – Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Nasional PSI, Badaruddin Andi Picunang menilai pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) merupakan bagian dari silaturahmi dan komunikasi antar-pemimpin yang penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut Badaruddin, komunikasi antar-pemimpin perlu dilihat secara positif sepanjang diarahkan untuk kepentingan bangsa dan rakyat. Dia juga meminta publik tidak berspekulasi mengenai substansi pertemuan sebelum ada penjelasan resmi dari pihak yang hadir.

“Yang paling penting, jangan sampai dinamika politik di tingkat elite membuat kita kehilangan fokus terhadap persoalan rakyat,” kata Badaruddin, dalam keterangannya, Jumat (9/10/2026).

Badaruddin bilang, masyarakat pada akhirnya lebih berkepentingan terhadap dampak dari setiap dinamika politik terhadap kehidupan mereka. Karena itu, pertemuan dan komunikasi antar-pemimpin semestinya bermuara pada kebijakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Rakyat ingin harga kebutuhan pokok terjangkau, lapangan pekerjaan semakin luas, daya beli meningkat, pelayanan publik semakin baik, pendidikan dan kesehatan semakin berkualitas, serta kehidupan yang aman dan nyaman,” ujarnya.

Badaruddin menilai hubungan baik antara Presiden yang sedang menjalankan pemerintahan dan presiden sebelumnya dapat menjadi ruang untuk bertukar pengalaman dan gagasan.

Namun, Presiden Prabowo tetap memiliki kewenangan dan tanggung jawab penuh dalam menentukan arah pemerintahannya.

Bagi PSI, lanjut dia, stabilitas politik bukan tujuan akhir. Stabilitas harus menjadi sarana agar pemerintah dapat bekerja lebih efektif dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.

“Jangan sampai energi bangsa habis untuk perdebatan elite, sementara masyarakat masih menghadapi persoalan ekonomi, pekerjaan, biaya hidup, dan kebutuhan pelayanan publik,” tegasnya.

Karena itu, Badaruddin berharap silaturahmi dan komunikasi antar-pemimpin dapat menjaga suasana politik tetap kondusif. Namun, menurutnya, ukuran akhirnya tetap pada.

“Kita hormati pertemuan Pak Prabowo dan Pak Jokowi dan menunggu informasi resmi mengenai substansinya. Yang terpenting, apa pun dinamika politik di tingkat elite, kepentingan rakyat harus tetap menjadi prioritas utama dan tidak boleh menjadi korban dari kepentingan politik jangka pendek,” pungkas Badaruddin.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden ke-7 Jokowi selama dua jam di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2026) malam.

Jokowi datang ke Kertanegara setelah diundang oleh Prabowo untuk bertemu. Ajudan Jokowi, AKBP Syarif Muhammad Fitriansyah, membenarkan pertemuan tersebut. Menurut dia, pertemuan berlangsung mulai pukul 19.00 WIB hingga sekitar pukul 21.00 WIB.

“Pak Prabowo yang mengundang Pak Jokowi ke Kertanegara” ujar Syarif saat dikonfirmasi, Rabu (7/10/2026).

Namun, Syarif tidak merinci lebih lanjut mengenai topik yang dibahas dalam pertemuan antara Jokowi dan Prabowo. Syarif menekankan pertemuan kedua tokoh tersebut merupakan silahturahmi antar pemimpin negara. “Betul, silahturahmi antar pemimpin negara,” pungkasnya.