GAYO LUES — Pembangunan rumah bagi lima warga Kampung Gajah, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, tidak hanya mengandalkan tenaga personel TNI. Warga setempat turut ambil bagian melalui gotong royong dan jadwal piket untuk membantu pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) dalam program TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues.
Lima penerima manfaat program tersebut adalah Samsir, Sabki, Sapinah, Radiansyah, dan Kadir. Bagi mereka, pembangunan rumah ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas tempat tinggal melalui kerja sama TNI dan pemerintah daerah.
Kebersamaan itu terlihat dari aktivitas pembangunan di lapangan. Personel TMMD bersama warga melaksanakan pekerjaan secara bertahap, mulai dari pengecoran pondasi hingga penimbunan tanah di sekitar pondasi. Pengerjaan masih berada pada tahap awal konstruksi, dengan progres yang terus ditingkatkan.
Wadansatgas TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues, Kapten Inf MHD Syafi’i Sirait, mengatakan partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan keterangan kepada media di Posko TMMD ke-130 TA 2026, Sabtu (17/10/2026), mewakili Dansatgas Letkol Arm Frans Desiafan Eka Saputra, S.H.
Memasuki hari keempat pelaksanaan, progres pembangunan rumah pertama dan kedua masing-masing mencapai 10 persen. Sementara itu, rumah ketiga, keempat, dan kelima masing-masing berada pada angka 8 persen, sehingga rata-rata capaian pengerjaan mencapai 8,8 persen.
Melalui pembangunan tersebut, TNI dan pemerintah daerah berupaya menghadirkan hunian yang lebih layak bagi masyarakat yang membutuhkan. Di sisi lain, keterlibatan warga secara bergiliran memperlihatkan bahwa semangat gotong royong tetap menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan di Kampung Gajah.


