TMMD  

Pascabencana, TMMD Buka Akses Jalan untuk Warga Huntara Pepelah

GAYO LUES – Setelah berbulan-bulan menjalani kehidupan di hunian sementara akibat bencana alam pada Desember 2025, warga Kampung Pepelah, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, kini mendapat dukungan pembangunan akses jalan melalui program TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues.

Jalan sepanjang 3,5 kilometer yang mengarah ke kawasan Huntara mulai dibuka oleh Satgas TMMD. Hingga Minggu (18/10), atau hari kelima pelaksanaan, progres pekerjaan telah mencapai 400 meter. Pembangunan ini menjadi salah satu upaya untuk mendukung aksesibilitas warga di kampung yang terdampak cukup parah akibat bencana tersebut.

Wadansatgas TMMD ke-130, Kapten Inf MHD Syafi’i Sirait, mewakili Dansatgas Letkol Arm Frans Desiafan Eka Saputra, S.H., menjelaskan bahwa pembukaan jalan dilakukan dari dua arah. Jalur sepanjang kurang lebih 1.000 meter mengarah ke Blangkejeren, sementara sekitar 2.500 meter lainnya menuju Pining. Satgas berharap cuaca tetap stabil agar pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu.

Bagi masyarakat setempat, kehadiran TMMD bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur. Pengulu Kampung Pepelah, Junaidi, menilai program tersebut membawa harapan bagi warga yang masih berupaya memulihkan kehidupan setelah kehilangan tempat tinggal akibat bencana. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada TNI dan pemerintah daerah atas perhatian yang diberikan kepada kampungnya.

Junaidi mengatakan, manfaat TMMD diharapkan dapat dirasakan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari ekonomi, sosial, hingga peningkatan pemahaman masyarakat. Selain pembukaan jalan, program tersebut mencakup pembangunan sumur bor dan penyuluhan mengenai hukum, keluarga berencana, pertanian, serta wawasan kebangsaan.

Di tengah upaya pembangunan, tantangan komunikasi juga masih dirasakan di Kampung Pepelah. Berdasarkan pantauan di lapangan, jaringan internet terkadang berjalan baik, melambat, bahkan terputus. Ketersediaan jaringan disebut bergantung pada kondisi listrik yang mendukung operasional menara telekomunikasi di Kampung Rime Raya, Kecamatan Pining. Kondisi ini menjadi kendala tersendiri bagi komunikasi personel Satgas maupun masyarakat.

Pembukaan akses jalan dan pembangunan fasilitas dasar diharapkan dapat menjadi bagian dari langkah pemulihan Kampung Pepelah secara bertahap. Bagi warga yang masih tinggal di Huntara, perbaikan akses dan dukungan pembangunan menjadi kebutuhan penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari.