PACITAN,NUSANTARAPOS,- Pemilihan Kepala Desa di Kabupaten Pacitan yang dilaksanakan secara serentak pada hari Minggu, 8 November 2026 mendatang, salah satunya di Desa Watukarung nampak menegangkan. Pasalnya ada rumor bahwa salah satu calon akan melaksanakan doa bersama serta penyampaian visi misi yang dilakukan oleh salah satu calon serta akan dilakukan pembagian santunan kepada anak yatim.
Bagi salah satu tim pemenangan Suwito menilai bahwa melaksanakan doa bersama yang diikuti oleh seluruh warga di Desa Watukarung ini sebenarnya tidak dipermasalahkan. Namun, dalam pembagian santunan kepada anak yatim disaat menjelang pilkades ini yang membuat jadi pertanyaan besar, karena mereka menilai pelaksanaan ini merupakan salah satu pelanggaran dalam pelaksanaan Pilkades.
Hal ini diungkapkan oleh Hadi Riyono, 4 November 2026 di rumah orang tua calon Kepala Desa Watukarung Suwito. Dirinya berharap bahwa pelaksanaan pilkades ini harus mematuhi hukum yang berlaku. DIa menemukan ada indikasi-indikasi yang seharusnya tidak terjadi. Namun justru seolah-olah kegiatan tersebut merupakan hal yang biasa. “Saya kecewa meskipun ini belum ada kebenarannya, salah satunya sampai seorang yang sangat paham terkait birokrasi, terkait dengan undang-undang, justru melakukan suatu hal yang menurut saya juga belum benar,” katanya 4 November 2026.
Sementara itu, Kuasa hukum dari Calon Kepala Desa Suwito, Andry Hermansyah melihat bahwa Desa Watukarung merupakan surga yang ada di Pacitan dimana potensinya luar biasa baik itu sektor pariwisata, perikanan dan juga dari sektor perkebunan yang harus dipegang sama orang-orang yang amanah yang visioner yang bisa bekerja untuk kepentingan rakyat Watukarung.
Bahkan untuk mengantisipasi terjadina kecurangan-kecurangan dalam pelaksanaan pilkades ini, Andry yang merupakan kuasa hukum Suwito akan mengambil langkah yang dimulai dari saksi. Harapannya nanti tidak ada money politik sehingga tidak mengganggu jalannya pemilihan kepala desa.
“Saya selaku kuasa dari kuasa hukum dari pak Wito pastinya akan mengambil langkah-langkah hukum akan berupaya bagaimana pemilihan ini bisa berjalan dengan adil, berjalan dengan aman, berjalan dengan lancar, tidak ada kecurangan-kecurangan,” katanya.
Dirinya juga berharap para pemilih di Desa Watukarung ini juga bisa mencermati visi misi dari calon yang bisa menjalankan tahapan dengan baik, mengikuti aturan dari panitia desa dan bisa memahami kecurangan.
“Sekali lagi kita tegaskan, saya selaku kuasa hukum tidak mentolelir kalau itu ada kecurangan, ada moneypolitik baik sebelum maupun proses dari pencoblosan maupun setelahnya dari rekap suara.”
Tak lupa dirinya juga menekankan kepada tim sukses dan kepada seluruh warga atau rakyat Watukarung untuk bisa menciptakan adil, jujur, dan aman.


