BISNIS  

TPS Tingkatkan Kapasitas Layanan, Dukung Arus Peti Kemas Pelindo Tembus 10,3 Juta TEUs

SURABAYA, NUSANTARAPOS,.(4/11/2026) – Pertumbuhan perdagangan internasional yang terus meningkat turut mendorong kenaikan arus peti kemas di lingkungan PT Pelindo Terminal Petikemas yang mencapai 10,31 juta TEUs sepanjang Januari hingga September 2026, atau tumbuh 5,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Arus peti kemas internasional tercatat tumbuh 10,34 persen menjadi 3,54 juta TEUs, sementara arus domestik mencapai 6,77 juta TEUs.

Sebagai salah satu terminal peti kemas utama di Indonesia Timur, Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memperkuat kapasitas layanan melalui modernisasi peralatan operasional. Sepanjang tahun 2026, TPS menambah 4 unit Quay Container Crane (QCC) dan 14 unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) guna meningkatkan produktivitas bongkar muat, keandalan layanan, serta kesiapan menghadapi pertumbuhan volume peti kemas internasional dan domestik.

Direktur Utama PT Terminal Petikemas Surabaya, Ali Sodikin, menyampaikan bahwa penguatan fasilitas dan peralatan operasional di TPS merupakan bagian dari upaya mendukung kelancaran arus logistik nasional sekaligus memperkuat daya saing perdagangan Indonesia di pasar global.

“Penambahan peralatan modern di TPS merupakan investasi strategis untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas terminal dalam mendukung pertumbuhan perdagangan internasional. Kami melihat peningkatan arus peti kemas Pelindo yang telah menembus 10,3 juta TEUs sebagai indikator positif bagi perekonomian nasional. TPS berkomitmen memastikan kesiapan infrastruktur dan layanan agar arus barang ekspor-impor dapat berjalan semakin lancar, efisien, dan kompetitif sehingga mampu memperkuat posisi Pelabuhan Tanjung Perak sebagai gerbang perdagangan internasional di Indonesia Timur.”

Ali menambahkan bahwa modernisasi peralatan dan peningkatan kualitas layanan menjadi langkah penting dalam mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan logistik sekaligus mendukung integrasi rantai pasok nasional dan internasional.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Jawa Timur, Sebastian Wibisono, menilai pertumbuhan arus peti kemas sepanjang Januari hingga September 2026 menjadi sinyal positif bagi aktivitas perdagangan dan logistik, khususnya di Jawa Timur.

“Pertumbuhan arus peti kemas ini menunjukkan bahwa kebutuhan pengiriman barang, terutama untuk kegiatan ekspor dan impor, terus berkembang. Ini menjadi indikasi positif bagi aktivitas perdagangan dan logistik di Jawa Timur,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi langkah TPS dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan melalui penambahan fasilitas serta modernisasi peralatan bongkar muat, termasuk penambahan 4 unit QCC dan 14 unit E-RTG. Menurutnya, peningkatan kapasitas tersebut perlu diimbangi dengan kecepatan layanan, kepastian jadwal kapal, kelancaran arus peti kemas, serta biaya logistik yang kompetitif.

“Dengan begitu, aktivitas logistik di Jawa Timur dapat berjalan semakin lancar dan mampu mendukung daya saing industri serta perdagangan, baik di pasar domestik maupun internasional,” ungkap Wibi, panggilan akrabnya.(Aryo).