UNAIR Jadi Tuan Rumah KPPTI 2026, Rumus Transformasi Pendidikan Tinggi Menuju Indonesia Emas 2045

Oplus_131072

SURABAYA, NUSANTARAPOS — Universitas Airlangga (Unair) resmi ditunjuk menjadi tuan rumah Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2026. Kegiatan akan berlangsung di Kampus MERR-C Unair, Surabaya, pada 10–13 November 2026, dengan tema: “Transformasi Pendidikan Tinggi Menuju Keberdampakan: Elaborasi Teknologi dan Kearifan Lokal yang Inklusif dan Humanis”

Konferensi ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan arah pengembangan pendidikan tinggi nasional guna mendukung visi Indonesia Emas 2045. Rektor Unair, Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin., menyebut kepercayaan ini sebagai kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.

“Unair berkomitmen memperkuat transformasi pendidikan tinggi nasional melalui ilmu pengetahuan, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (5/11/2026).

Berbagai gagasan yang lahir dari forum ini diharapkan tidak hanya menjadi wacana, tetapi segera ditindaklanjuti menjadi kebijakan dan program nyata yang dirasakan masyarakat luas.

KPPTI 2026 menargetkan sekitar 1.500 peserta dari beragam unsur: perguruan tinggi negeri dan swasta, perguruan tinggi kementerian/lembaga, perguruan tinggi luar negeri, dunia industri, LLDikti, asosiasi, diaspora, mahasiswa, hingga mitra internasional.

Selain sesi diskusi, tersedia pula area pameran dengan 107 stan yang menampilkan inovasi kementerian, perguruan tinggi, perusahaan mitra, dan asosiasi terkait pendidikan tinggi.

Sejumlah agenda strategis menjadi fokus utama:Tata kelola perguruan tinggi dan otonomi PTN-BH, Transformasi pembelajaran di era digital, Digitalisasi pendidikan dan peningkatan relevansi lulusan, Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berdampak bagi pembangunan daerah, Akses pendidikan yang inklusif dan merata, Penguatan jejaring kerja sama antar-perguruan tinggi

Prof. Madyan menegaskan bahwa model PTN-BH dapat menjadi percontohan tata kelola yang lebih baik karena memiliki otonomi di bidang pendidikan dan penelitian.

“Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong tata kelola yang lebih baik sekaligus memperkuat kapasitas perguruan tinggi dalam mengembangkan pendidikan, riset, dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan zaman,” ujarnya.

Sembilan Pembicara Kunci, Termasuk Narasumber Internasional

Rangkaian kegiatan meliputi sesi pembuka utama, sidang pleno, diskusi kelompok tematik, pameran inovasi, pertunjukan seni, forum jejaring, hingga pendampingan praktik baik. Berikut pembicara utamanya:

– Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
​
– Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. — Wakil Menteri Riset, Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
​
– Prof. Dr. Rachmat Pambudy, Kepala Bappenas/Menteri PPN
​
– Prof. Dato’ Sri Dr. Zaini bin Ujang, Chairman Malaysian Qualifications Agency (MQA)
​
– Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin., Rektor Universitas Airlangga
​
– Prof. Dr. Suyanto, S.T., M.Sc., Rektor Telkom University
​
– Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., Ketua MRPTNI
​
– Prof. Garuda Wiko, Ketua Forum Rektor Indonesia
​
– Prof. Drs. Tarzan Basaruddin, M.Sc., Ph.D., Ketua Dewan Pendidikan Tinggi

Pengunjung juga dapat menikmati Showcase Inovasi, Creative Village, pertunjukan seni, dan sesi podcast bersama pembicara menampilkan karya nyata perguruan tinggi serta produk kreatif pemberdayaan masyarakat.

Konferensi ini menargetkan hasil konkret, antara lain:
Penyusunan Blueprint Perguruan Tinggi Berdampak 2045, Penandatanganan komitmen kolektif antar-pemangku kepentingan, Penyusunan Policy Brief untuk setiap subtema bahasan, Showcase praktik baik inovasi pembelajaran dan pengabdian masyarakat, Peta kebutuhan keterampilan lulusan Indonesia menuju 2045

Ketua Pelaksana Teknis KPPTI 2026, Prof. Dr. Dwi Setyawan, S.Si., M.Si., Apt., menyampaikan bahwa Unair telah menunjukkan dampak nyata melalui program berbagi kepada masyarakat serta pembebasan biaya bagi mahasiswa kurang mampu.

“Kami harap perguruan tinggi yang hadir dapat mencontoh praktik baik yang sudah Unair laksanakan. Sangat disayangkan jika hal baik ini tidak berlanjut dan meluas menjadi kebijakan kementerian,” pungkasnya.

KPPTI 2026 diselenggarakan berbarengan dengan Konvensi Sains dan Teknologi Indonesia (KSTI). Unair menjadi tuan rumah KPPTI, sedangkan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menjadi tuan rumah KSTI. Rangkaian dibuka lebih awal dengan penganugerahan Anugerah Dikti Saintek pada 10 November 2026. (Aryo).