Jakarta, Nusantarapos – Mantan Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU, KH Robikin Emhas, bertemu dengan sekelompok petani yang menamakan Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB) dan Serikat Tani Mencirim Bersatu (STMB).
Sekelompok tani dari Sumatera Utara ini mengadukan nasibnya kepada staf khusus Wakil Presiden Republik Indonesia, Robikin di kantor Pengurus Besar Nadhatul Ulama (PBNU).
Staf khusus, KH Robikin menyampaikan pada kelompok tani dalam membantu permasalahan petani yang tengah dihadapi. “Nanti, kita akan teruskan dalam membantu aspirasi saudara kita yang ada disini, ke Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia,” ujar Alumni Pesantren Miftahul Huda Gading, Malang, Jawa Timur ini.
Janji tersebut, disampaikannya saat menerima pengaduan perwakilan sekelompok tani berjumlah 26 orang yang berasal dari kabupaten Deli Serdang.
Sebelumnya, 170 petani melakukan aksi berjalan kaki ke Jakarta untuk mencari keadilan setelah areal lahan dan tempat tinggal yang mereka kelola sejak 1951 digusur oleh korporasi. Padahal mereka telah mengantongi SK Landreform sejak 1984 dan 36 petani di Sei Mencirim sudah memiliki sertifikat hak milik.
KH Robikin Emhas akan mendukung penuh perjuangan yang telah dilakukan oleh SPSB dan STMB dengan berjalan kaki menuju Jakarta dalam mencari keadilan.
“Negara harus hadir dalam menyelesaikan konflik agraria ini,” tegasnya, di gedung PBNU Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu malam (15/7/2020).
Langkahnya, KH Robikin mengungkapkan dengan cara meredistribusi tanah dari negara untuk rakyat.
Dia berharap, agar segera mendapatkan perhatian dan penanganan khusus dari negara. “Agar mendapatkan kepastian hukum dari negara. Sehingga petani segera kembali, bisa bercocok tanam dan tinggal dengan tenang bersama keluarga masing-masing,” ucapnya.
(ams)

