TRENGGALEK, NUSANTARAPOS – Hampir dua tahun pandemi Covid-19 melanda, bahkan di tahun 2021 ini sektor pariwisata di Kabupaten Trengggalek lumpuh total. Akibatnya, pendapatan asli daerah atau PAD si kabupaten tersebut mengalami penurunan yang sangat signifikan.
Akibat penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali atau perpanjangan PPKM Level dalam situasi Pandemi Covid-19, pendapatan pada sektor wisata hanya sekitar Rp 1,2 milyar dari target Rp 6,5 milyar.
“Semua tahu bahwa pandemi Covid-19 ini berdampak besar pada semua sektor, terutama pariwisata,” terang Ketua DPRD Trenggalek Samsul Anam, Sabtu (25/9/2021).
Disampaikan Samsul Anam, target pendapatan daerah pada sektor pariwisata ditahun 2021 ini ditargetkan sebesar Rp 6,5 milyar. Namun akibat dampak pandemi Covid-19 pendapatan yang dihasilkan tidak sesuai target.
Dari laporan, PAD pariwisata yang diasumsikan sebesar Rp 6,5 milyar sampai sekarang atau bulan September masih tercapai diangka Rp 1,3 milyar. Ini menjadi keprihatinan, dengan mengencangkan ikat pinggang untuk melakukan kegiatan.
“Memang ini tidak sesuai harapan, namun dengan kondisi seperti ini maka harus ada efisiensi pada setiap pelaksanaan kegiatan,” pintanya.
Senada disampaikan Sunyoto selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Trengggalek, dijelaskannya bahwa pendapatan daerah pada sektor pariwisata memang menurun.
Hal itu bukan tanpa alasan, dengan kondisi dampak dari pandemi Covid-19 maka destinasi wisata dibatasi sesuai status daerah. Bahkan juga sempat destinasi wisata mengalami tutup total.
“Akibatnya asumsi pendapatan yang sebelumnya ditargetkan Rp 6,5 milyar, saat ini masih diangka Rp 1,3 milyar. Namun kita targetkan Rp 2 milyar hingga akhir tahun 2021,” harapnya.

