banner 970x250
BISNIS  

Novita : Perempuan Trengggalek Harus Mampu Jadi Agen Pembangunan Wirausaha

TRENGGALEK,NUSANTARAPOS, – Ketua Tim Penggerak PKK Trengggalek Novita Hardini menyampaikan perempuan harus mampu berperan sebagai agen dalam pembangunan pemberdayaan masyarakat menjadi wirausaha yang tangguh.

Hal itu disampaikan Novita usai mengikuti kegiatan acara talkshow yang membedah tentang peran kepemimpinan perempuan, terutama dalam bisnis yang masuk dalam isu strategis pada peresmian Team Kerja Womenpreneurs Indonesia Networks (WIN) tahun 2022 mendatang.

“Program bersama ini bertujuan untuk pemberdayaan dan penguatan jaringan kewirausahaan perempuan di Indonesia,” ungkap Novita, Senin (31/1/2022).

Novita juga menjelaskan, target yang paling utama adalah untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals agar selaras dan ber-jejaring aktif dengan lembaga internasional atau dari komunitas global. Selain itu juga turut mendukung pencapaian kesetaraan gender dan memberdayakan semua perempuan.

Seperti memberikan perempuan dan anak perempuan akses yang sama ke pendidikan, perawatan kesehatan, pekerjaan yang layak, dan keterwakilan dalam proses pengambilan keputusan politik dan ekonomi yang akan mendorong ekonomi yang berkelanjutan dan memberi manfaat bagi masyarakat dan kemanusiaan pada umumnya.

“Penting juga untuk menguatkan leadership dan entrepreneurship perempuan Indonesia termasuk dalam penerapan Good Corporate Governance sejak awal,” terangnya.

Karena kemampuan manajemen usaha dan penggunaan digital dalam usaha seta kemampuan pengelolaan keuangan akan dapat menjadi jalan kesuksesan. Berperan aktif dan bekerjasama dengan pemerintah khususnya dan lembaga lain pada
umumnya bisa untuk edukasi pentingnya kesetaraan gender bukan hanya hak asasi manusia.

Novita juga menambahkan, bahwa WIN sadar sebagai seorang perempuan pengusaha sangat penting untuk dipahami bahwa tidak hanya mencapai pertumbuhan bisnis yang sehat secara berkesinambungan dan optimal.

“Tetapi tidak kalah penting juga sehat jasmani dan rohani,” ucap Novita.

Pendekatan holistik ini juga harus dididik dan disosialisasikan secara intensif, sehingga womenpreneur Indonesia siap bertransformasi menjadi perempuan pengusaha Indonesia yang handal.

Sementara, Diah Yusuf sebagai chairwomen juga telah melakukan gebrakan baik dalam menyatukan sumberdaya manusia yang dirasa memiliki energi yang sama dalam pemberdayaan perempuan di Indonesia.

Menurutnya, WIN memiliki sumberdaya strategis yang telah diberi mandat untuk melaksanakan program kerja 2022 dalam
menjalankan visi misi WIN guna pencapaian SDG’s.

“Termasuk board of advisor yang sangat
kompeten sebagai pembina jalannya program kerja 2022, WIN,” pungkasnya.

Penulis: RUDI