Breaking News
Samsat Kediri Kota Berlakukan Pemutihan Pajak Mulai 1 Agustus 2026, Buruh Dapat Diskon 20 Persen Himalo Desak Prabowo Reshuffle Kabinet Pelatihan Pengolahan Sampah Organik (Kulit Buah) Menjadi Eco Enzyme sebagai Produk Ramah Lingkungan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin (Unhas), Nayla Amirah Ramli, melaksanakan program kerja individu bertajuk “SIAGA SEKOLAH (Gerakan Membangun Budaya Keselamatan melalui Edukasi K3, Pengenalan Potensi Bahaya, Pencegahan Risiko, dan Kesiapsiagaan Bencana di Lingkungan Sekolah)”. Kegiatan ini berlangsung di SMP Negeri 3 Baranti, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang, pada Senin (27/07/2026) dan diikuti oleh 41 siswa kelas VII. Program ini bertujuan menanamkan budaya keselamatan sejak dini melalui edukasi yang interaktif dan menyenangkan. Penanggung jawab kegiatan, Nayla Amirah Ramli, menyampaikan bahwa program ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan sekolah. Menurutnya, sekolah merupakan tempat berlangsungnya berbagai aktivitas yang memiliki potensi bahaya apabila peserta didik belum memahami cara mengenali risiko dan menerapkan perilaku aman dalam kehidupan sehari-hari. “Melalui program SIAGA SEKOLAH, kami ingin menanamkan bahwa keselamatan bukan hanya tanggung jawab guru, tetapi juga menjadi tanggung jawab setiap siswa. Dengan memahami potensi bahaya dan cara pencegahannya, diharapkan siswa dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, sehat, dan nyaman,” ujar Nayla. Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal peserta, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai konsep dasar K3 di sekolah, pengenalan berbagai potensi bahaya di lingkungan sekolah, pencegahan risiko kecelakaan, serta edukasi kesiapsiagaan bencana, termasuk simulasi Drop, Cover, and Hold On sebagai langkah penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi. Untuk meningkatkan partisipasi siswa, kegiatan juga dikemas melalui permainan edukatif dan sesi diskusi interaktif. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Siswa aktif menjawab pertanyaan, berdiskusi, mengikuti simulasi, serta berpartisipasi dalam permainan edukatif yang dirancang untuk memperkuat pemahaman mengenai materi yang telah diberikan. Di akhir kegiatan, peserta kembali mengikuti post-test sebagai bentuk evaluasi peningkatan pengetahuan setelah menerima edukasi. Program SIAGA SEKOLAH turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 3 (Good Health and Well-being) dan SDGs Nomor 4 (Quality Education) melalui upaya promotif dan preventif dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan nyaman. Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan Asta Cita ke-4, yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, serta pembentukan karakter peserta didik yang peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan. Melalui kegiatan ini diharapkan siswa SMP Negeri 3 Baranti mampu mengenali berbagai potensi bahaya di lingkungan sekolah, menerapkan perilaku aman dalam aktivitas sehari-hari, serta memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana. Dengan demikian, budaya keselamatan dapat tumbuh menjadi bagian dari kehidupan sekolah yang mendukung terciptanya proses belajar yang aman dan berkualitas CBA Desak Kejati DKI Panggil Gubernur DKI Pramono Anung, Buntut Rangkap Jabatan Imam Satria Sebagai Komisaris PT Jamkrida
DAERAH  

Gelar Rapim, DPRD Trenggalek Bahas Kelengkapan Administrasi SIPD

Wakil Ketua DPRD Agus Cahyono Saat Dikonfirmasi Awak Media

TRENGGALEK,NUSANTARAPOS,- Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tentang adanya pencatatan aset ditindaklanjuti DPRD Trenggalek. Tindaklanjut tersebut berupa melengkapi berkas-berkas administrasi usulan masyarakat melalui reses anggota DPRD.

Selain temuan BPK juga ada Perpres yang menyebutkan bahwa pelaksanaan pembangunan harus dilahan milik Pemkab. Dengan adanya permasalahan tersebut maka digelar Rapat Pimpinan (Rapim) DPRD dengan mengundang seluruh ketua fraksi dan staf ahli fraksi.

“Hari ini kita membahas kelengkapan data usulan kegiatan yang masuk pada sistem informasi pemerintah daerah (SIPD),” kata Agus Cahyono Wakil Ketua DPRD Trenggalek, Rabu (13/4/2022).

Disampaikan Agus, rencana pelaksanaan pembangunan yang telah diusulkan melalui aspirasi atau reses anggota DPRD kedalam SIPD hari diperbaiki. Karena beberapa administrasi usulan yang masuk dalam SIPD belum lengkap, sehingga OPD tidak bisa mendeteksi.

Dengan kurangnya administrasi, maka OPD kebingungan untuk melihat kewenangan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Maka untuk melihat apakah sesuai kewenangan atau tidak maka administrasi harus dilengkapi.

“Hampir semua usulan kurang lengkap datanya, ya mungkin sekitar ratusan usulan yang memerlukan kelengkapan data,” kata Agus.

Dicontohkan Agus, misal di Dinas PUPR tentang peningkatan jalan atau paving, pada administrasi titik koordinat dimana itu harus lengkap, dan saat ini masih dalam proses perbaikan. Hal itu ditindaklanjuti karena adanya temua dari BPK tentang catatan aset.

Sehingga OPD meminta data valid, jika sudah dibangun maka bisa tercatat sebagai aset pemerintah daerah. Habis ini akhirnya kita akan koordinasi dengan masyarakat pengusul, untuk melengkapi persyaratan yang kurang.

“Selain itu juga ada Perpres dimana aturan tentang SIPD yang dialokasikan dalam pembangunan harus berstatus aset pemerintah daerah,” terangnya.

Memang berbeda, jika dulu pelaksanaan pembangunan dari usulan masyarakat boleh hanya dengan menggunakan surat kerjasama saat ini tidak diperbolehkan.

Seperti yang terjadi, jika Bupati punya program seratus desa wisata, maka kerjasama dengan perhutani wajib dilakukan dengan batas waktu yang ditentukan. Jadi tahun berakhir kerjasama terputus tidak ada yang dirugikan.

Dari kebijakan ini, misal satu anggota DPRD mengakomodir usulan masyarakat 10 usulan, maka jika dikali jumlah anggota DPRD terhitung ratusan titik.

“Jika dilihat, kabupaten lain ada yang berbeda, ada yang semua administrasi dan penataan sudah jauh lebih bagus,” ungkapnya.

Diimbuhkan Agus, harapan atas temuan dari BPK itu harus menjadi perhatian agar semua bekerja dengan maksimal, seperti ruas jalan milik siapa harus segera diselesaikan. Karena terkait itu, masih ada SK Bupati 2011 dan sangat terbatas, jadi status banyak yang tidak jelas.

Data aset Pemkab Trenggalek masih sangat lemah, apalagi dalam pembangunan dengan legalitas aset yabg belum jelas. Maka banyak sekali pihak yang dirugikan.

Editor: RUDI