DAERAH  

Menggugah dan Tanamkan Jiwa Nasionalisme Dan Patriotisme Setelah Masa Pandemi

PACITAN, NUSANTARPOS, – Hari ini 17 Agustus 2022 upacara bendera Desa Arjowinangun Kec. Pacitan Kab. Pacitan di adakan di pasar Arjowinangun, tidak seperti tahun-tahun yang lalu. Sunoto yang biasa di panggil Mbah Noto adalah sebagai ketua PPHBN Desa Arjowinangun, juga Salah satu ketua Ormas keagamaan Nahdlatul Ulama yang ada di Kab. Pacitan.

Saat ditemui di acara sela kegiatan upacara 17 Agustus 2022, mbah noto menyampaikan kepada salah satu awak media nusantarpos.co. id yang berkantor pusat di Pacitan,

“Jiwa Nasionalisme dan cinta Tanah Air wajib ditanamkan di seluruh rakyat. Kemerdekaan merupakan anugerah dan rahmat dari Allah SWT dan merupakan nikmat bagi kita semua yang harus kita syukuri bersama. Seperti yang di firmankan Allah di dalam Al Qur’an surat Ibrahim ayat 7 , Sesungguhnya jika kalian bersukur, niscaya aku akan menambah nikmat kepada kalian, tetapi jika kalian mengingkari nikmatku, maka pasti azab ku sangat berat.” ungkapnya.

“Karena itu selain kita mengenang para pejuang kemerdekaan yang di perjuangkan oleh para pendahulu para Ulama dan sebagainya kita syukuri nikmat kemerdekaan ini dengan melakukan berbagai kebaikan, kita lakukan sebagai masyarakat yang hidup berdampingan dengan berbagai umat beragama dan bersuku suku, kemerdekaan merupakan nikmat yang menjadikan kita terbebas berbagai belenggu, pintu yang membuka nikmat nikmat yang lain. Kita isi kemerdekaan ini dengan membangun negeri ini saling asah asuh dan asih, saling mengisi tidak saling menyalahkan.” imbuhnya.

Lebih lanjut Mbah Noto menyampaikan, “Sebagai ketua PPHBN Desa Arjowinangun dalam susana merayakan HUT RI KE 77 ini, saya mengajak pada seluruh masyarakat, marilah kita menyadari hak- hak demokrasi kita dan selalu berdoa agar hal- hal yang tidak di inginkan tidak terjadi. Sehingga mental Bangsa Indonesia tumbuh subur sebagai bangsa yang memiliki semangat juang tinggi, selalu survive dalam kondisi apapun, berani bersaing di kancah Internasional dan memiliki kemandirian yang tinggi bagai terlahir kembali sebagai Bangsa pemenang dan bukan Bangsa pecundang.” tegasnya.

“Jadi kalau dulu upacara di adakan di sekolahan-sekolahan atau di kantor kantor kali ini setelah kami kordinasi dengan Kepala Desa Arjowinangun Bpk Wiwit, beliau menghendaki upacara di pasar bertujuan agar seluruh lapisan masyarakat menikmati dan tergugah kembali jiwa nasionalismenya.” tutup mbah noto. (MUJAHID)