DAERAH  

Lama Tak Muncul, Dirut Perumda Perkebunan Panglungan Jombang Akhirnya Balas Pesan Media

Jombang, Nusantarapos.co.id – Direktur (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Perkebunan Wonosalam Jombang Ir. Djahja Fadjari Akhirnya membalas pesan Whatsapp, setelah berbulan – bulan sulit ditemui dan dihubungi.

Ir. Djahja Fadjari mengaku sangat sibuk, lantaran mempersiapkan Penataan dan Pembangunan Perumda Perkebunan Panglungan Wonosalam. “Saya masih sibuk fokus penataan dan periapan pembangunan,” ujarnya via WhatsApp, Selasa (4/10/22) malam.

Saat dicecar berbagai pertanyaan, ia tak menjawab secara detil. Kalangan masyarakat banyak yang menanti jawaban terkait berapa Tonase hasil bumi, mulai dari cengkeh, kopi, petai, dan durian, serta besaran harga sewa lahan yang simpang siur, sehingga dapat membuat minimnya Pendapatan Asli Daera (PAD) dan terkadang sampai nihil.

“Lahan di Panglungan sudah penuh dengan tanaman pembaruan, tinggal nunggu hasil panen saja. Nanti pelan-pelan lahan yg disewakan juga akan ditarik /dikelola sendiri oleh kebun Panglungan. Total yang disewakan 15 ha kepada petani plasma, bukan lahan hamparan tapi dibawah tegakan tanaman yang sudah ada, Rp. 2,5 jt per ha/tahun untuk lahan hamparan Rp 5-7 juta per ha/tahun, hasil sewa itu untuk biaya operasional Perumda,” paparnya.

Namun, masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang Djahja Fadjari enggan menjawab, terkait total Tonase hasil tanaman dan berapa nilai jualnya, sehingga menyebabkan PAD Pemerintah Kabupaten Jombang nihil. “Mohon maaf kalau saya agak irit informasi, supaya tidak menjadi bola liar di pemberitaan di wilayah Jombang dan sekitarnya,” imbuhnya.

Di sisi lain, terkait aduan Masyarakat ke pihak Pemerintah Desa Panglungan, tentang adanya warga yang mengaku memiliki 9 hektare lahan yang saat ini dikuasai Perumda Perkebunan Panglungan, Djahja Fadjari membantah tuduhan tersebut. “Itu lahan kebun Panglungan, masyarakat yang menuntut lahan itu karena dulu pernah dijanjikan oleh kades pada tahun 1972, saat ini sedang diurus oleh bagian aset pemkab Jombang,” pungkasnya. (udn)