banner 970x250
FILM  

‘Perempuan Bergaun Merah’ Gabungkan Misteri yang Mengajak Penonton Menebak Sampai Akhir

Jakarta, Nusantarapos – Frontier Pictures bekerja sama dengan RAPI Films and Legacy Pictures mempersembahkan film horor terbaru, “Perempuan Bergaun Merah”. Film yang diproduseri oleh Timo Tjahjanto dan disutradarai oleh William Chandra ini menjanjikan horor dengan teknis tinggi dan keseruan hingga akhir.

Dibintangi oleh Tatjana Saphira dan Refal Hady, film ini akan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 3 November. Film ini mendapatkan rating untuk 13 tahun ke atas.

Sejak sahabatnya menghilang, hidup Dinda (diperankan Tatjana Saphira) berubah jadi mimpi buruk saat sosok roh jahat berwujud perempuan bergaun merah menghantuinya. Nyawa Dinda terancam, tak hanya dari sosok jahat itu tapi juga dari orang-orang yang berusaha merahasiakan kejadian di malam sahabatnya menghilang.

Dalam “Perempuan Bergaun Merah”, William Chandra membawakan sebuah mitos tentang
perempuan bergaun merah yang berusaha membalas dendam namun dengan penceritaan yang inovatif. Penonton diajak menebak sampai akhir, siapa sebenarnya perempuan bergaun merah.

Jalinan cerita yang seru menjadi andalan dari film horor ini. Keseruan cerita itulah yang membawa Refal Hady tertarik untuk menjalani debut horor pertamanya. Aktor yang sebelumnya dikenal di film-film drama ini akan memberikan performa terbaiknya untuk genre yang baru baginya.

“Skripnya luar biasa bagus. Dari situ tertantang untuk membawakannya. Semua karakter mendapatkan porsi yang sama. Walau genrenya horor, tapi disini juga dituntut untuk membawakan drama. Senang sekali bisa bergabung di film ‘Perempuan Bergaun Merah’, ” kata Refal di Jakarta, Rabu (26/10/2022).

Selain Refal dan Tatjana, film ini juga dibintangi oleh perpaduan aktor muda dan senior, mereka adalah Stella Cornelia, Faradina Mufti, Ibrahim Risyad, Aufa Assegaf, Bento Julian, Dayu Wijanto, Dewi Pakis, dan Jordy Rizkyanda.

Tatjana menjelaskan, “Mas Will sangat hands-on dan punya visi yang sangat jelas tentang setiap scene yang akan diambil. Beliau juga sangat detail, jadi jika ada satu take yang dirasa kurang cukup, pasti akan diulang sampai hasilnya maksimal & sesuai yang diinginkan. Energi yang diberikan mas Will juga sangat positif, dan itu menular kepada semua pemain sehingga adegan berat pun bisa kita lewati dengan penuh semangat,” paparnya.

Sutradara William Chandra menceritakan, “Film ini dibuat dengan rumit karena mempunyai banyak scene yang menggabungkan visual efek dan praktikal. Jadi persiapannya harus detail dan benar benar dipikirkan sebelum syuting. Pada saat yang sama saya juga harus memikirkan penceritaan, dan juga bagaimana para aktor dapat mengeluarkan performa terbaik.” tandasnya. (Arie)