Banner Iklan Sariksa

GAGAK Minta Dugaan Suap Bupati Merauke Soal DOB Papua Di Usut

Jakarta, Nusantarapos – Sekelompok aktivis Anti korupsi yang tergabung dalam Gerakan Ganyang Koruptor (Gagak) kembali menggeruduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk kedua kalinya.

Kedatangan aktivis ini meminta agar KPK segera mengusut dugaan suap proses pembentukan daerah otonomi baru (DOB) Papua yang diduga melibatkan oknum anggota DPR RI dari partai Gerindra, Yan Permenas Mandenas.

Aksi demonstrasi depan Gedung Merah Putih KPK RI Jakarta di gelar pada Rabu (2/11/2022) setelah menggelar aksi pertama dengan tuntutan yang sama pada awal Oktober 2022

Seperti diketahui, pemerintah dan DPR telah menyepakati pembentukan provinsi baru di Papua. Ketiga provinsi baru ini yakni, Papua Tengah dengan ibu kota Nabire; Papua Selatan dengan ibu kotanya merauke; dan Papua Pegunungan dengan ibu kota Jaya Wijaya.

Fajar, Koordinator aksi GAGAK mengatakan aksi ini adalah aksi lanjutan sebagai tindak lanjut dari beredarnya video Bupati Merauke Romanus Mbaraka yang menyebut ada dugaan peran penting oknum anggota DPR RI dari Partai Gerindra Yan Permenas Mandenas untuk melakukan siasat dan suap dalam pembentukan daerah otonomi baru (DOB) Papua beberapa waktu lalu.

Fajar memastikan akan terus melakukan aksi apabila KPK tidak segera mengusut tuntas kasus tersebut.Sampai kapanpun kami akan demo KPK karena ini soal korupsi, tidak ada alasan untuk membiarkan koruptor berkeliaran. Harus dipenjarakan.

“Aksi ini sebagai pengawalan agar KPK memberikan atensi khusus sehingga menyelidiki dugaan suap yang terjadi proses pembentukan DOB Papua. Selain itu, untuk membuktikan apa yang disampaikan Bupati Merauke akan dugaan keterlibatan anggota DPR Yan Permenas Mandenas benar adanya,” tegas Fajar

Karena itu, Fajar meminta KPK segera periksa Yan Permanas Mandenas agar proses pembentukan DOB Papua tidak dikotori oleh kasus suap.Ini tidak bisa dibiarkan, tujuan DOB itu seharusnya demi kepentingan rakyat dan kemajuan daerah jadi jangan sampai ada kepentingan oknum tertentu yang menginginkan keuntungan pribadi dengan cara kotor. Demikian Fajar (mars/*)