Breaking News
Pembangunan RTLH TMMD Ke-128 Capai Progres 70 Persen di Desa Brabe TMMD ke-128 Kodim 1511/Pulau Moa Bangun 5 Sumber Air Bersih untuk Warga Kepulauan Jembatan Sesek Dinilai Berbahaya, Danrem Untoro Prioritaskan Bangun Jembatan Garuda Pembangunan TPT Program TMMD Ke 128 Probolinggo di Desa Brabe Capai 85 Persen, Tinggal Satu Titik Penyelesaian PROBOLINGGO – Pembangunan Tanggul Penahan Tanah di Jalan Dusun Klagin RT 19 RW 07 Desa Brabe, Kecamatan Maron, telah mencapai progres 85 persen dalam program TMMD Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo. Saat ini pekerjaan tinggal menyisakan satu titik penyelesaian. TPT dibangun untuk mencegah longsor dan memperkuat badan jalan yang menjadi akses utama warga menuju pusat desa. Struktur tanggul dibuat dengan material batu kali dan adukan semen sesuai standar teknis yang berlaku. Di lokasi, personel Satgas TMMD bersama warga terlihat merampungkan pemasangan batu pada bagian akhir tanggul. Cuaca cerah beberapa hari terakhir memperlancar proses pengecoran dan pengikatan material. Dantim TMMD Ke-128 dari Satuan Pasmar 2 Surabaya Lettu Mar. Marthen yang memimpin langsung di lapangan mengatakan pekerjaan memasuki tahap akhir. Ia menargetkan seluruh konstruksi TPT selesai dalam waktu dekat. “Kami tinggal menyelesaikan satu titik terakhir. Alhamdulillah progres sudah 85 persen dan pengerjaan berjalan lancar berkat dukungan warga,” ujar Lettu Mar. Marthen. Kepala Desa Brabe Sunardi menyampaikan apresiasi atas pembangunan TPT yang dinilai sangat penting bagi keselamatan warga. Menurutnya, tanggul ini akan melindungi jalan dari erosi saat musim hujan tiba. Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo menargetkan seluruh sasaran infrastruktur selesai sebelum penutupan program. Gotong royong antara TNI dan masyarakat menjadi kunci percepatan pekerjaan di lapangan. Dengan rampungnya TPT ini, akses jalan Dusun Klagin diharapkan lebih aman dan tahan lama. Program TMMD Ke-128 terus mendorong peningkatan infrastruktur dasar di Desa Brabe. Kesulitan Air di Poliwu Jadi Prioritas, TMMD ke-128 Siapkan Solusi Nyata
DESA  

Masih Ada Rumah Warga di Kabupaten Bogor Tak Layak Huni

Cigudeg, Nusantarapos – Di tengah kemegahan dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor masih banyak masyarakat yang memiliki rumah tidak layak huni.

Sejumlah rumah warga yang berlokasi di Kampung Sigaling RT 02 RW 08, Desa Banyuresmi, Kecamatan Cigudeg tinggal di rumah tidak layak huni.

Salah satunya rumah yang ditempati, Dede (33) seorang ibu rumah tangga yang tinggal di rumah berdinding anyaman bilik bambu yang sudah bertahun tahun ditempatinya. “Sudah lama banget, kayaknya 10 tahunan lebih,” ujarnya kepada wartawan pada, Sabtu (17/12).

Dede mengatakan, rumah berdinding anyaman bambu itu dihuni oleh 6 orang anggota keluarganya sudah sering ada yang datang dengan melakukan foto-foto dan sudah diajukan untuk mendapat bantuan pembangunan rumah tidak layak huni (Rutilahu) dari pemerintah. “Ini udah sering di foto-foto, udah diajuin tapi belum ada realisasinya, ada 6 orang yang tinggal disini,” kata dia.

Dede menyampaikan, tak jarang saat hujan turun bagian atap rumahnya sering bocor dan hanya diperbaiki seadanya.

Tak jarang saat hujan deras disertai angin kencang dia beserta keluarganya dihantui rasa takut, lantaran tiang tiang kayu rumah nya yang sudah lapuk termakan usia itu sewaktu waktu khawatir ambruk dan mengancam keselamatan mereka. “Kalau hujan bocor, paling dibenerin, takut juga kalau kaya begini, mau gimana lagi. Tidur anak di kamar, kalau ujan dan angin tetep disini (ruang tengah),” ujarnya.

Sementara itu, menurut Ketua RT 02, Sahar mengatakan, bahwa ada sedikitnya 6 rumah warga yang jauh dari kategori layak di lingkungannya tersebut. “Ada 6 yang rumahnya tidak layak, cuma ya gitu udah di ajuin tapi belum terealisasi juga. Ini juga batakonya nyicil dikit-dikit,” ujarnya.

Sahar membenarkan, bahwa beberapa rumah warga tersebut sudah sering kali diajukan namun hingga kini bantuan yang diharapkan untuk pembangunan Rutilahu itu tak kunjung terealisasi.

“Sudah sering di foto-foto mah, saya juga sudah sering ngajuin, tapi saya kayak dagang rumah rombeng tapi dibangun juga enggak kan,” ujarnya.(Rizky)