banner 970x250
BISNIS  

Prediksi 5 Crypto yang akan Naik 2024, Pantau Lebih Lanjut Jangan Sampai Ketinggalan!

Memahami aset-aset crypto yang berpotensi naik adalah kunci bagi investor untuk memaksimalkan profit di tahun 2024. Meski ketidakpastian masih mendominasi di pertengahan tahun ini, tanda-tanda pemulihan harga mulai terlihat.

Sepanjang bulan Juni ini, kondisi pasar bisa menjadi peluang besar bagi investor untuk mengoptimalkan portofolio altcoin. Meskipun risikonya tetap tinggi, altcoin menawarkan potensi keuntungan lebih besar dibandingkan Bitcoin karena harganya yang lebih terjangkau.

Berikut lima aset kripto yang berpotensi mengalami kenaikan di tahun 2024 dan layak untuk dipertimbangkan dalam portofolio Anda:

1. Ethereum (ETH)

Ethereum, sebagai altcoin terbesar dengan kapitalisasi pasar lebih dari $350 miliar, menjadi salah satu aset yang layak untuk dipertimbangkan. Transisi ke bukti kepemilikan (Proof of Stake) membuka peluang baru bagi investor untuk mendapatkan imbalan dari staking ETH. Protokol staking seperti Lido DAO memberikan nilai tambah bagi pemegang ETH. Harga ETH diperkirakan akan mencapai harga $6.000 setelah persetujuan ETF Ethereum oleh SEC, mengikuti pola pertumbuhan ETF Bitcoin.

2. Polygon (MATIC)

Polygon hadir sebagai solusi untuk masalah skalabilitas dan biaya tinggi di jaringan Ethereum. Sebagai jaringan Layer 2, Polygon menawarkan transaksi cepat dan biaya rendah, menjadikannya pilihan menarik bagi investor yang ingin memanfaatkan pertumbuhan ekosistem Ethereum. Selain itu, Polygon berkontribusi pada pengembangan dan perluasan teknologi blockchain, membuatnya semakin diminati.

3. Toncoin (TON)

Toncoin menjadi altcoin menarik di tahun 2024 karena potensinya yang terus meningkat dalam ekosistem blockchain. Didukung oleh teknologi TON (The Open Network) yang dirancang oleh tim di balik Telegram, Toncoin memiliki keunggulan dalam hal kecepatan transaksi dan biaya yang rendah. Selain itu, proyek-proyek yang mendukung ekosistem Toncoin semakin berkembang. Beberapa di antaranya adalah TON DeFi, yang menawarkan layanan keuangan terdesentralisasi, dan TON NFT, platform untuk penciptaan dan perdagangan aset digital unik.

4. Hedera (HBAR)

Hedera Hashgraph dikenal sebagai jaringan perusahaan publik yang stabil, ideal untuk aplikasi terdesentralisasi. HBAR digunakan untuk membayar biaya transaksi di jaringan Hedera. Struktur data unik hashgraph memungkinkan proses transaksi dengan biaya lebih rendah dibandingkan blockchain lainnya. Potensi pertumbuhan HBAR di tahun 2024 sangat besar, didukung oleh teknologi canggih yang ditawarkannya.

5. Solana (SOL)

Setelah mengalami penurunan akibat insiden FTX, Solana menunjukkan pemulihan yang kuat di awal tahun 2024. Solana dikenal dengan skalabilitas tinggi, mampu memproses hingga 50.000 transaksi per detik. Menggabungkan Proof of History dan Proof of Stake, Solana menawarkan efisiensi transaksi yang luar biasa. Harga SOL IDR yang masih jauh dari puncaknya menjadikannya pilihan menarik untuk investasi jangka panjang, terutama dengan kemunculan ribuan memecoin di ekosistem Solana.

Beberapa altcoin di atas adalah contoh dari banyaknya aset crypto yang diperkirakan akan mengalami kenaikan signifikan di tahun 2024. Potensi kenaikan ini didukung oleh fungsi koin-koin tersebut yang sangat berguna bagi perkembangan teknologi. Namun, penting bagi Anda untuk selalu menerapkan manajemen keuangan yang baik dan melakukan riset mendalam sebelum berinvestasi untuk memaksimalkan keuntungan.

Jika Anda ingin mulai berinvestasi aset kripto dengan mudah, coba Bittime! Platform ini dirancang untuk memudahkan jual beli dan investasi aset kripto, baik bagi pemula maupun investor berpengalaman, dengan antarmuka yang ramah pengguna. Dengan lebih dari 200 aset kripto yang tersedia, Bittime adalah pilihan tepat untuk mengembangkan portofolio investasi Anda.

Tentang Bittime

Bittime melalui PT Utama Aset Digital Indonesia adalah platform investasi aset kripto yang telah terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dan Kementerian Komunikasi & Informatika (Kominfo). Bittime juga merupakan anggota Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) dan Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO).

Selaku platform investasi aset kripto, Bittime memiliki visi untuk memanfaatkan teknologi blockchain demi menghadirkan akses menuju kemerdekaan finansial yang adil bagi semua orang, terlepas dari lokasi atau posisi keuangan mereka.


Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES