banner 970x250
BERITA  

Menuju Hari Anak Nasional, Menteri PPPA Dukung Pendidikan Anak yang Berkesetaraan

Nusantarapos, Jakarta – Menuju Hari Anak Nasional (HAN), Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mendukung pendidikan anak yang berkesetaraan.

Menteri PPPA menekankan pentingnya akses pendidikan yang setara bagi semua anak, tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, atau gender.

Dukungan ini diharapkan dapat memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang, serta mengatasi berbagai bentuk diskriminasi dalam sistem pendidikan.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mendorong pendidikan yang setara bagi anak-anak Indonesia dan bebas dari kekerasan seksual.

Dalam merayakan rangkaian Hari Anak Nasional, Kemen PPPA melaksanakan kegiatan Jelajah SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak) yang dilakukan di 11 titik di wilayah Jadetabek, salah satunya Sekolah Rakyat Ancol.

Menteri PPPA mengungkapkan, ketika bicara pemenuhan hak anak, seluruh pihak harus mengupayakannya kepada semua anak, termasuk anak-anak yang memerlukan perlindungan khusus diantaranya karena keterbatasan ekonomi, mengalami kekerasan dan mendapatkan perlakuan salah. Mulai dari pemenuhan hak tumbuh kembang anak, mendapatkan perlindungan, berpartisipasi dan hak mendapatkan pendidikan.

“Pemenuhan hak anak-anak Indonesia tidak hanya menjadi tanggung jawab orang tua, tapi menjadi tanggung jawab bersama, baik guru, pemerintah dan dunia usaha,” ucap Menteri PPPA, dalam siaran resminya, Kamis (4/7/2024).

Menteri PPPA menegaskan, dalam mengakses pendidikan, laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama. Hal itu tertuang dalam konstitusi negara yakni Undang-undang dasar 1945 yang mengamanatkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan.

Menteri PPPA mengatakan, Laki-laki dan perempuan punya hak yang sama dalam mengakses pendidikan dan meraih cita-cita setinggi langit. Banyak tokoh-tokoh perempuan yang menginspirasi, salah satunya R.A Kartini yang mengupayakan emansipasi sehingga sekarang perempuan punya kesempatan yang sama untuk menimba ilmu.

Lanjutnya, oleh karenanya perempuan harus memanfaatkan peluang tersebut. Perempuan harus sekolah yang tinggi dan jangan sekali-sekali berpikir bahwa perempuan hanya akan mengurus rumah tangga maka tidak perlu berpendidikan.

Menteri PPPA menyampaikan, ketika menimba ilmu di institusi pendidikan, lingkungan yang bebas kekerasan seksual menjadi hal yang penting. Dalam mewujudkan hal tersebut, sosialisasi dan advokasi tentang pencegahan kekerasan seksual dan pendidikan kesehatan reproduksi perlu diupayakan berbagai pihak.

Motivator Merry Riana turut mendukung anak-anak Indonesia untuk berani bermimpi dan berusaha meraih apa yang dicita-citakan. Untuk mendukung tersebut, anak-anak harus berpikir positif dan menjaga semangat.

“Agar anak-anak semua bisa sukses ada pola dan rahasia yang harus dilakukan. Kita harus berpikir baik, berprasangka baik, berucap baik, berperasaan baik dan melakukan hal yang baik. Jika kita melakukan itu setiap hari, maka usaha kita akan terakumulasi dan membawa kesuksesan dan rezeki di kemudian hari,” ujar Merry.

Alumni Sekolah Rakyat Ancol, Anisa Humairoh menyampaikan, apresiasi terhadap kemudahan akses pendidikan yang disediakan di Sekolah Rakyat Ancol. Meski dengan keterbatasan ekonomi ia tetap bisa belajar hingga lulus, dapat mengakses pendidikan tinggi, serta meraih cita-citanya.

“Saya berpesan pada adik-adik di Sekolah Rakyat Ancol dan semua anak Indonesia untuk punya mimpi dan terus mengejar cita-cita kalian. Kami juga berharap para guru dan pemerintah memberikan pendampingan bagi generasi muda,” tandasnya. ***(Guffe).