Pembentukan Kemenhaj Umrah Terobosan Strategis Prabowo

JAKARTA, NUSANTARAPOS – Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al-Washliyah (PP GPA), Aminullah Siagian, menegaskan bahwa pembentukan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj Umrah) oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan momentum penting dalam memperbaiki tata kelola ibadah haji dan umrah. Menurutnya, kementerian baru ini akan membawa praktik penyelenggaraan yang lebih profesional, transparan, serta menjauhkan dari praktik korupsi yang selama ini menjadi perhatian publik.

“Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada Presiden Prabowo. Dengan adanya Kementerian Haji dan Umrah, masyarakat akan mendapatkan pelayanan yang lebih maksimal, efisien, dan berintegritas. Hal ini menjadi harapan baru bagi jutaan umat Islam Indonesia yang setiap tahun menunaikan ibadah haji maupun umrah,” ujar Amin di Jakarta, Rabu (27/8/2025).

Selain menekankan aspek teknis penyelenggaraan, Amin berharap kementerian ini juga memberi ruang lebih besar pada edukasi, bimbingan, serta pemanfaatan layanan digital. Dengan demikian, jamaah haji dan umrah dapat lebih siap secara mental, fisik, maupun spiritual sebelum berangkat.

Tak kalah penting, lanjut Amin, penguatan diplomasi dengan Pemerintah Arab Saudi perlu diprioritaskan agar kuota haji dapat bertambah sekaligus membuka akses fasilitas yang lebih luas bagi jamaah asal Indonesia.

Apresiasi yang disampaikan PP GPA, menurut Amin, sekaligus menjadi bentuk dukungan penuh terhadap langkah Presiden Prabowo. Ia menyebut semangat reformasi birokrasi yang diwujudkan melalui kementerian baru ini bisa menjadi contoh untuk sektor lain yang memerlukan tata kelola modern dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

“Kami meyakini, jika tata kelola haji dan umrah dibenahi secara menyeluruh, hal ini akan menjadi model bagi sektor lain yang membutuhkan manajemen modern, transparan, dan akuntabel,” pungkasnya