KOTA MALANG, Prestasi membanggakan berhasil diraih tokoh muda asal Kota Malang yaitu Sani Sinarsana Kisid, S.T., M.T. Sukses meraih peringkat 1 Nasional dalam Pelatihan Pembentukan Fasilitator Bela Negara Gelombang 1 Tahun 2026.
Kegiatan Pelatihan Pembentukan Fasilitator Bela Negara Gelombang 1 Tahun 2026, diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
Sani, sapaan akrabnya, saat di konfirmasi awak media, Sabtu, (25/4/2026), menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan berlangsung dari tanggal 6 – 24 April 2026, dilaksanakan di pusat Kompetensi Bela Negara BPSDM Han Kemhan, Desa Cibodas, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ada 40 peserta yang terpilih lintas profesi dari seluruh Indonesia, Sani adalah salah satu peserta yang terpilih sebagai peserta yang terbaik no 1 meraih medali emas peringkat 1 Nasional.
Ia juga mengatakan, penghargaan yang diraih berupa medali emas, peringkat 1 Nasional dan sertifikat penghargaan yang diserahkan langsung oleh Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Ferry Trisnaputra, S.E., M.A., M.S.P., Kepala Pusat Kompetensi Bela Negara BPSDM Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, dalam upacara penutupan pada hari Jum’at (24/4/2026).
Dikatakannya, pencapaian ini tergolong langka di tingkat nasional, sejak pertama kali diselenggarakan pelatihan. Pelatihan ini baru berjalan enam gelombang, sampai saat ini hanya terdapat enam individu peserta pelatihan di Indonesia yang pernah meraih peringkat 1. Dengan demikian, Sani termasuk salah satu peserta yang sukses masuk dalam kelompok terbatas Fasilitator Bela negara terbaik tingkat nasional.
Sani juga menjelaskan bahwa mengikuti pelatihan ini sebagai perwakilan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Malang, dimana ia menjabat sebagai Koordinator Bidang. Peran ini sekaligus menegaskan kiprahnya dalam memperkuat harmoni sosial dan pembauran kebangsaan ditengah masyarakat yang majemuk.
Selain berprofesi sebagai arsitek dan pengusaha, Sani juga aktif diberbagai sektor strategis. Ia terlibat dalam pengembangan pendidikan sebagai Pengurus Yayasan Charis Indonesia dan Yayasan pendidikan Kristen Jawa Timur, aktif diberbagai yayasan sosial, serta menjabat sebagai wakil ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI ) Kota Malang.
Di Bidang Sosial dan Kebudayaan, Sani juga dikenal sebagai Wakil Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), serta pembina Forum Mahasiswa Sulawesi Utara (FMS) Malang, mencerminkan para lintas komunitas dalam merawat keberagaman dan memperkuat nilai Bhinneka Tunggal Ika.
Pencapaian ini adalah hasil kerja bersama dan dukungan banyak pihak. Saya berharap pengalaman ini dapat saya terjemahkan menjadi gerakan nyata untuk memperkuat kesadaran bela negara di tengah masyarakat, ” ujarnya.
Sani juga menyatakan, Pretasi ini sekaligus menegaskan bahwa bela negara era kontemporer tidak lagi terbatas pada pendekatan militeristik. Melainkan membutuhkan kepemimpinan sosial, literasi kebangsaan, dan kontribusi lintas sektor. Kehadiran fasilitator bela negara menjadi penghubung penting antara kebijakan negara dan praktik di masyarakat.
Harapannya dengan pencapaian ini, Kota Malang tidak hanya melahirkan. seorang juara, tetapi juga sebagai penggerak strategis dalam penguatan karakter kebangsaan. Kedepan kontribusi Sani ini, diharapkan bisa memperluas jangkauan edukasi bela negara serta memperkuat ketahanan nasional dari tingkat akar rumput. (Aryo).

