Jakarta, Nusantarapos.co.id – Di tengah tantangan keterjangkauan hunian (housing affordability) dan meningkatnya kehati-hatian masyarakat dalam membeli properti, Rumah123 bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) menghadirkan terobosan baru melalui integrasi 1.200 aset lelang ke dalam platform digital.
Kolaborasi ini menjadikan BSI sebagai bank syariah pertama di Indonesia yang mendigitalisasi portofolio aset lelangnya secara nasional melalui marketplace properti. Inisiatif ini hadir sebagai respons terhadap perubahan perilaku konsumen yang semakin selektif dan sensitif terhadap harga, terutama di segmen properti Rp1-3 miliar yang saat ini menjadi paling terdampak.
Data internal Rumah123 menunjukkan adanya pergeseran minat pencarian ke properti dengan harga lebih terjangkau, termasuk meningkatnya minat terhadap opsi sewa. Dalam konteks ini, aset lelang muncul sebagai alternatif strategis yang menawarkan efisiensi harga signifikan sekaligus peluang kepemilikan. Secara rata-rata, aset lelang menawarkan harga 56,8% lebih rendah dibandingkan pasar reguler, bahkan dapat mencapai efisiensi hingga 79,6% pada tipe properti tertentu.
CEO Rumah123, Wasudewan, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari evolusi ekosistem properti digital di Indonesia dan komitmen Rumah123 dalam memperluas akses kepemilikan properti bagi masyarakat Indonesia.
“Kami melihat pergeseran perilaku konsumen yang semakin kuat ke ranah digital, dengan fokus pada value dan transparansi. Melalui integrasi ini, Rumah123 memastikan 1.200 aset strategis dari BSI tidak hanya tersedia, tetapi juga terserap optimal oleh audiens yang tepat,” ujarnya saat Konferensi Pers di Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Ia menambahkan bahwa kehadiran aset lelang dari BSI memperkaya dan melengkapi ekosistem pencarian properti di Rumah123, sehingga konsumen dapat menemukan opsi yang lebih luas dalam satu platform.
“Rumah123 tidak hanya menghadirkan properti baru dan sekunder, tetapi kini aset lelang juga semakin lengkap, bukan hanya rumah tapak saja, melainkan apartemen hingga aset komersial. Tak hanya itu, Rumah123 juga dilengkapi dengan panduan edukatif agar masyarakat dapat mengambil keputusan dengan lebih percaya diri,” tambahnya.
Dari sisi perbankan, BSI menegaskan bahwa aspek keamanan dan kepastian hukum menjadi prioritas utama.
Immadha Handy Kusuma, Retail Collection, Restructuring & Recovery Group Head BSI, menjelaskan bahwa digitalisasi ini juga bertujuan untuk melunturkan stigma kompleksitas hukum dalam proses lelang.
“Setiap aset yang dipasarkan telah melalui proses verifikasi dan memiliki kepastian hukum yang jelas, di mana setiap pembeli akan menerima Risalah Lelang yang memiliki kekuatan hukum setara dengan Akta Jual Beli (AJB),” ungkap Madha.
Ia menambahkan, langkah ini juga menjadi strategi BSI dalam mengoptimalkan asset recovery di tengah kondisi ekonomi yang dinamis, sekaligus menghadirkan solusi hunian berbasis syariah yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Sebagai aggregator properti, Rumah123 memastikan bahwa seluruh aset yang ditampilkan telah memenuhi standar kelayakan, termasuk aspek legalitas dan kesesuaian dengan prinsip syariah. Hal ini memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam menjadikan aset lelang sebagai alternatif kepemilikan hunian maupun investasi.
Kolaborasi strategi Rumah123 dengan BSI diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pertumbuhan ekosistem properti syariah digital di Indonesia, sekaligus mengedukasi pasar bahwa aset lelang bukan sekadar opsi alternatif, tetap solusi yang kredibel, efisien, dan relevan dengan kondisi ekonomi saat ini.

