Jakarta, NUSANTARAPOS – Kapal tanker MT Honour 25 dilaporkan menjadi korban pembajakan oleh kelompok perompak bersenjata di perairan Somalia sejak Selasa, 21 April 2026 pekan lalu. Dimana kapal tersebut membawa total 17 awak kapal, di mana empat di antaranya adalah Warga Negara Indonesia (WNI).
Menanggapi insiden pembajakan kapal tersebut, Indonesia Master Mariner Association (IMMA) menyampaikan keprihatinan mendalam serta solidaritas penuh kepada seluruh awak kapal yang terdampak.
“Sebagai organisasi profesi pelaut, kami memandang bahwa keselamatan jiwa di laut merupakan prinsip fundamental yang tidak dapat ditawar dan harus dijamin oleh seluruh pemangku kepentingan dalam sistem pelayaran internasional,” demikian pernyataan sikap President Indonesia Master Mariner Association, Assoc. Prof. Dr. Capt. H. A. Y. Yogerasi, M.Mar., PhD., melalui keterangan persnya, Kamis (30/4/2026).
Capt. A.Y. Yogerasi mengatakan prinsip ini ditegaskan dalam kerangka, khususnya melalui dan yang mengatur kewajiban perlindungan terhadap kapal dan awaknya, termasuk dalam menghadapi ancaman keamanan seperti pembajakan.

“Dalam konteks ini, kami memahami bahwa tanggung jawab perlindungan awak kapal merupakan tanggung jawab bersama, termasuk oleh negara bendera kapal, dalam hal ini sebagai flag state. Serta pemilik dan operator kapal sebagai pihak yang memiliki tanggung jawab utama terhadap keselamatan operasional kapal dan awaknya,” ujarnya.
Sejalan dengan hal tersebut, lanjut dia, IMMA dengan penuh hormat mendorong Pemerintah Republik Indonesia untuk terus berperan aktif dan konstruktif dalam upaya penyelesaian kasus ini. Termasuk melalui langkah-langkah diplomatik dan koordinasi internasional, guna memastikan keselamatan dan pembebasan seluruh Warga Negara Indonesia yang terdampak.
IMMA meyakini bahwa kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada pelaut Indonesia di kancah internasional merupakan bentuk nyata dari komitmen terhadap keselamatan dan martabat anak bangsa yang berkontribusi dalam sektor pelayaran global.
“Untuk itu kami menyatakan kesiapan untuk mendukung upaya-upaya yang diperlukan serta terus memantau perkembangan situasi ini sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan profesional kami,” pungkas Capt. A.Y. Yogerasi.

Adapun empat WNI yang disandera yakni Ashari Samadikun (Nahkoda kapal, asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan), Adi Faizal selaku 2nd Officer asal Kabupaten Bulukumba, Wahudinanto selaku Chief Officer asal Pemalang, dan Fiki Mutakin asal Bogor.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menjelaskan upaya penyelamatan terhadap empat warga negara Indonesia (WNI) anak buah kapal (ABK) di kapal tanker MT Honour 25 yang dibajak oleh perompak di Somalia, bahwa Kemlu masih berkoordinasi dengan pihak terkait di Somalia.
Pemerintah Indonesia melalui Kemlu dan KBRI Nairobi terus berkoordinasi untuk memantau situasi dan melakukan upaya pembebasan.
Berdasarkan informasi terbaru dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) per 30 April 2026, kondisi keempat WNI dilaporkan dalam keadaan baik, meskipun kapten kapal sempat mendapatkan ancaman eksekusi dari para perompak.

