BERITA  

Penerimaan Pajak KPP Pratama Tuban Melejit di Bulan April 2026, Bidang Administrasi Pemerintahan Juara Satu

Tuban – Nusantarapos.co.id – Kinerja penerimaan pajak di wilayah kerja Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tuban menunjukkan kenaikan hingga April 2026. Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tuban, Hanis Purwanto menyampaikan bahwa realisasi penerimaan netto telah melampaui target yang ditetapkan.

Dalam paparannya pada Selasa (19/05), Hanis Purwanto menjelaskan bahwa target penerimaan netto KPP Pratama Tuban pada tahun 2026 sebesar Rp347,7 miliar. Hingga akhir April 2026 saja sudah mencapai 18,25 persen atau diangka Rp63,46 miliar.

“Capaian ini menunjukkan adanya pertumbuhan penerimaan yang sangat baik dibandingkan periode sebelumnya. Tren pertumbuhan juga terus meningkat sejak awal tahun,” ujar Hanis.

Berdasarkan data yang dipaparkan, pertumbuhan penerimaan netto mengalami perbaikan secara bertahap setiap bulan. Pada Januari 2026 pertumbuhan masih berada pada angka minus 5,86 persen. Hal ini disebabkan karena minimnya kegiatan ekonomi yang menyumbang perpajakan.

 

Selanjutnya meningkat menjadi 2,45 persen pada Februari, kemudian naik menjadi 9,10 persen pada Maret, dan melonjak hingga 36,86 persen pada April 2026.

Selain itu, penerimaan bruto per bulan juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada Januari 2026 penerimaan bruto tercatat sebesar Rp10,17 miliar, meningkat dibanding Januari 2025 yang sebesar Rp10,80 miliar. Pada Februari 2026 penerimaan mencapai Rp12,97 miliar, lebih tinggi dibanding Februari 2025 sebesar Rp11,78 miliar.

Peningkatan lebih signifikan terjadi pada Maret dan April 2026. Pada Maret, penerimaan bruto mencapai Rp20,89 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp17,78 miliar. Sementara pada April 2026 realisasi penerimaan mencapai Rp19,41 miliar, naik dibanding April 2025 sebesar Rp14,19 miliar.

Hanis Purwanto mengatakan, peningkatan penerimaan tersebut ditopang oleh sejumlah sektor usaha utama di Kabupaten Tuban. Sektor administrasi pemerintahan dan jaminan sosial wajib masih menjadi penyumbang terbesar penerimaan pajak dengan kontribusi mencapai 19,43 persen. Disusul sektor pertambangan dan penggalian sebesar 12,49 persen serta sektor pengadaan listrik dan gas sebesar 5,20 persen.

Sementara itu, dari sisi pertumbuhan, sektor konstruksi mencatat kenaikan tertinggi sebesar 3,67 persen. Kemudian diikuti sektor industri pengolahan sebesar 2,58 persen, perdagangan besar dan eceran sebesar 1,98 persen, serta sektor pertambangan dan penggalian sebesar 2,08 persen.

Menurut Hanis, capaian positif tersebut tidak lepas dari meningkatnya kepatuhan wajib pajak dan membaiknya aktivitas ekonomi di wilayah Kabupaten Tuban dan sekitarnya.

“Kami terus berupaya melakukan pengawasan, pelayanan, dan edukasi perpajakan secara optimal agar penerimaan negara tetap terjaga. Dukungan dan kepatuhan wajib pajak menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ini,” pungkasnya.