Dari Tradisional ke Digital: Sosialisasi Pembukuan dan Legalitas UMKM untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi SDGs Poin 8

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, namun masih banyak pelaku usaha yang menghadapi hambatan besar akibat manajemen tradisional dan belum adanya legalitas usaha. Persoalan seperti pembukuan manual yang tidak teratur serta sulitnya memisahkan keuangan pribadi dan bisnis mengakibatkan pertumbuhan usaha seringkali terhambat. Selain itu, ketiadaan izin resmi seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) semakin mempersulit akses pelaku usaha terhadap permodalan formal. Kondisi inilh yang mendorong inisiatif untuk membantu pelaku UMKM beradaptasi dengan sistem digital agar usaha mereka menjadi lebih rapi, transparan, dan mampu naik kelas.

Kegiatan ini mengusung tema “Inovasi Pembukuan dan Legalitas UMKM untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi SDGs Poin 8”. Fokus utama dari program ini adalah mendukung pencapaian SDGs Poin 8, yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, serta menciptakan lapangan kerja yang layak dan produktif. Melalui digitalisasi, diharapkan terjadi transformasi ekonomi yang meningkatkan produktivitas serta daya saing UMKM di pasar yang lebih luas.

Sosialisasi ini diselenggarakan oleh Mahasiswa Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Yogyakarta yang terdiri dari Rista Marantika R, Nadia Devi Akhrinnisa, Dewi Amina, Gadiza Aqshalfa Nevarra, Balqis Tyas Budiningrum, Tsabita Delisa Azzahra, dan Mulyati. Para Mahasiswa ini bertindak sebagai narasumber yang memberikan edukasi intensif kepada para pelaku usaha mikro. Peserta yang hadir mencakup pemilik UMKM di bidang kuliner roti dan kue kering, di antaranya adalah Zahrah selaku pemilik Bake and Bliss, serta Jasmine selaku pemilik Sistbake.

Dalam kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 6 Mei 2026 ini, para narasumber memberikan panduan praktis mengenai migrasi dari pencatatan manual ke penggunaan Spreadsheet. Melalui aplikasi ini, peserta diajarkan cara mencatat arus kas secara disiplin untuk memanfaatkan fitur laporan otomatis untuk memantau laba rugi secara real-time. Selain aspek keuangan, para mahasiswa juga membimbing langkah-langkah pendaftaran legalitas usaha melalui sistem Online Single Submission (OSS) untuk membangun citra bisnis yang lebih kredibel dan profesional. Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh kedua peserta. Mereka berpendapat bahwa materi yang disampaikan relevan dan mudah diterapkan pada kehidupan sehari-hari.

“Jujur ini bermanfaat banget, apalagi waktu ada yang format-format yang kayak daftar pesanan, terus pemasukan dan pengeluaran, dan lain-lainnya gitu. Jujur itu bermanfaat banget buat UMKM,” ujar Jasmine, salah satu pelaku UMKM. Hal senada disampaikan Zahrah, menurutnya materi pembekalan yang diberikan sangat sederhana dan aplikatif, bahkan bagi pemula sekalipun. Ia pun berencana untuk segera menerapkan pembukuan digital serta mengurus NIB usahanya.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap perkembangan UMKM. Melalui pemahaman mengenai pembukuan digital yang baik, pelaku UMKM diharapkan lebih sadar mengenai pentingnya pencatatan keuangan secara tertib dan terstruktur sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis, mempermudah pengawasan operasional, serta memantau kondisi keuangan secara real time. Pencatatan secara digital juga dapat mendorong transisi menuju sistem paperless yang lebih lebih akurat dan minim kesalahan. Sementara itu, pemahaman akan NIB diharapkan dapat mendorong pelaku UMKM untuk segera mengurus legalitas usahanya. NIB memberikan kepastian hukum dalam operasional usaha sehingga dapat dimanfaatkan untuk membuka akses permodalan yang lebih luas, membangun citra bisnis yang kredibel dan profesional, serta memberikan peluang bagi pelaku UMKM untuk mendaftarkan produknya dalam sertifikasi halal MUI. Secara keseluruhan, kegiatan ini mampu meningkatkan daya saing usaha, membentuk ekosistem bisnis yang tangguh dan adaptif, sekaligus berkontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan inklusif dan berkelanjutan.

Keterkaitan dengan SDGs poin 8

  1. Meningkatkan kemampuan mengelola keuangan,
  2. Memperluas pemasaran melalui teknologi digital,
  3. Meningkatkan produktivitas usaha,
  4. Menciptakan peluang kerja,
  5. Meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.

Selain itu, legalitas usaha membuat UMKM lebih mudah mendapatkan akses bantuan, permodalan, dan perlindungan hukum sehingga usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.

Kegiatan ini juga berkaitan dengan beberapa tujuan SDGs lainnya, yaitu:

  1. SDGs Poin 8 — Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

Kegiatan ini mendukung pertumbuhan ekonomi melalui:

  1. Peningkatan kemampuan pengelolaan keuangan UMKM,
  2. Digitalisasi usaha,
  3. Peningkatan produktivitas dan daya saing,
  4. Penciptaan peluang kerja baru.
  5. SDGs Poin 9 — Industri, Inovasi, dan Infrastruktur

Digitalisasi UMKM mendorong inovasi dalam pemasaran dan pengelolaan bisnis, misalnya penggunaan marketplace, media sosial, dan aplikasi keuangan digital.

  1. SDGs Poin 4 — Pendidikan Berkualitas

Sosialisasi dan pelatihan pembukuan serta legalitas merupakan bentuk pendidikan nonformal yang meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM.

  1. SDGs Poin 1 — Tanpa Kemiskinan

UMKM yang berkembang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga membantu mengurangi tingkat kemiskinan.

  1. SDGs Poin 16 — Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh

Legalitas usaha membantu menciptakan usaha yang tertib administrasi, memiliki perlindungan hukum, dan lebih mudah memperoleh akses bantuan maupun permodalan resmi.

Melalui penyelenggaraan kegiatan sosialisasi pembukuan digital dan legalitas UMKM ini, Universitas Negeri Yogyakarta berkomitmen dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs poin 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Sebagai institusi pendidikan tinggi, UNY tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga berperan aktif dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat melalui program-program yang mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Upaya pendampingan kepada pelaku UMKM dalam memahami pentingnya pembukuan digital, pengelolaan keuangan yang tertib, serta legalitas usaha merupakan bentuk kontribusi nyata UNY dalam mendorong terciptanya usaha yang lebih profesional, produktif, dan berdaya saing di era digital. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi antara dunia pendidikan dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.

Kedepannya, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan dengan cakupan yang lebih luas dan materi yang semakin relevan sesuai kebutuhan pelaku usaha. Melalui kolaborasi yang erat antara perguruan tinggi, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, diharapkan UMKM Indonesia mampu berkembang menjadi sektor usaha yang lebih mandiri, adaptif, dan tangguh menghadapi tantangan ekonomi di masa mendatang. Dengan adanya kegiatan pengabdian seperti ini, UNY diharapkan terus menjadi pelopor dalam menghadirkan inovasi dan pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan serta peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.