UNIROW Tuban Dapat Kunjungan Dari Professor UiTM Malaysia, Bahas Pemanfaatan AI Untuk Riset dan Era Industri 5.0

Kehangatan dalam dunian pendidikan nampak ketika  Visiting Professor UiTM Malaysia di UNIROW. Dalam agenda pembahas Pemanfaatan AI untuk Riset dan Kesiapan Lulusan Era Industri 5.0

 

TUBAN – Nusantarapos.co.id – Universitas PGRI Ronggolawe (UNIROW) Tuban menggelar kegiatan Visiting Professor bersama akademisi dari Malaysia, Assoc. Professor Dr. Shukor Sanim Mohd Fauzi. Kegiatan yang berlangsung di Hall Lantai 2 Gedung Rektorat UNIROW tersebut mengangkat tema “Artificial Intelligence for Research Excellence and International Collaboration in Higher Education.” pada Sabtu (6/6).

Dalam Visiting Professor tersebut, Prof. Shukor berbagi wawasan mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence dalam dunia pendidikan tinggi, penelitian, serta persiapan sumber daya manusia menghadapi era Industri 5.0.

Selain dihadiri pakar dari Applied Computing and Technology Research Group, Faculty of Computer and Mathematical Sciences, Universiti Teknologi MARA (UiTM). Visiting Professor juga diikuti oleh Ketua, pengurus dan Pengawas PPLP-PT PGRI Tuban, Rektor, Pejabat struktural dan dosen.

Dalam sambutannya, Rektor Unirow, Prof. Dr. Wali, M.Pd menjelaskan, perkembangan AI saat ini menjadi salah satu faktor penting yang mendorong transformasi pendidikan di berbagai negara.

Ia juga menambahkan, meski konsep AI telah dikenal sejak dekade 1950-an, perkembangan teknologi dalam satu dekade terakhir telah membawa perubahan signifikan terhadap sistem pembelajaran, penelitian, hingga tata kelola institusi pendidikan.

“AI saat ini memiliki peran luar biasa dalam proses pembelajaran. Teknologi ini membantu menciptakan pembelajaran yang lebih efektif dan efisien, sekaligus mendukung manajemen pendidikan menjadi lebih profesional,” ujar Rektor Unirow.

Lebih lanjut, selain meningkatkan kualitas pembelajaran, AI juga dinilai mampu memperluas akses pendidikan, terutama bagi wilayah yang memiliki keterbatasan sumber daya. Namun demikian, pemanfaatan teknologi tersebut tetap menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari pemerataan akses teknologi hingga peningkatan literasi digital masyarakat.

“Teknologi AI hanya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh mereka yang memiliki kemampuan literasi digital yang baik. Karena itu, penguasaan teknologi menjadi kebutuhan penting di masa depan,” tambahnya.

Pada pelaksanaan Visiting Professor ini dibagi menjadi berapa sesi. Sesi pertama, kegiatan dikemas dalam bentuk seminar akademik bagi dosen dengan tema “Artificial Intelligence for Research Excellence and International Collaboration in Higher Education.”

Dalam sesi ini, Prof. Shukor membahas berbagai topik strategis, antara lain tren AI dalam pendidikan tinggi dan penelitian, pemanfaatan AI untuk penyusunan proposal hibah, kajian literatur sistematis (Systematic Literature Review/SLR), analisis data penelitian, hingga penulisan artikel ilmiah.

Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai etika penggunaan AI dalam publikasi akademik, strategi meningkatkan publikasi bereputasi internasional seperti Scopus dan Web of Science (WoS), serta peluang membangun kolaborasi penelitian.

Menurut Prof. Shukor, kehadiran AI telah mengubah cara peneliti bekerja. Jika sebelumnya proses penulisan artikel ilmiah dapat memakan waktu hingga dua atau tiga bulan, kini berbagai tahapan penelitian dapat dilakukan lebih cepat.

Ia juga menekankan, AI juga dimanfaatkan di bidang energi, manufaktur hingga kesehatan. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa AI harus digunakan secara bijaksana, sehingga akademisi tidak bergantung sepenuhnya pada teknologi ini.

“AI adalah alat bantu, bukan pengganti kemampuan berpikir kritis. Karena itu penggunaannya harus tetap diimbangi dengan kompetensi akademik dan pedagogik yang kuat,” tegasnya.

Melalui sesi ini, UNIROW berharap kapasitas dosen dalam melakukan riset berbasis AI semakin meningkat sekaligus membuka peluang kolaborasi penelitian internasional dengan UiTM. Kedua institusi juga berencana menindaklanjuti kerja sama melalui penyusunan Memorandum of Agreement (MoA) maupun Implementation Arrangement.

Sesi selanjutnya adalah Focus Group Discussion (FGD) bersama pimpinan universitas. Kedua institusi membahas berbagai peluang kerja sama strategis antara UNIROW dan UiTM. Bentuk kolaborasi yang direncanakan meliputi pertukaran mahasiswa dan staf, publikasi serta penelitian bersama (joint publication dan joint research grant), sharing teaching, kolaborasi perkuliahan, pengabdian masyarakat, keterlibatan sebagai reviewer jurnal, pertukaran artikel ilmiah, penyelenggaraan kompetisi mahasiswa, hingga partisipasi dalam panel presentasi hasil riset mahasiswa pascasarjana.

Sesi terakhir diperuntukkan bagi mahasiswa dengan tema “Preparing Future Graduates for the AI and Industry 5.0 Era.” Yang bertujuan untuk membekali mahasiswa hadapi dunia kerja masa depan

Dalam pemaparannya, Prof. Shukor menjelaskan berbagai perubahan dunia kerja yang dipengaruhi oleh perkembangan AI. Ia menyoroti pentingnya keterampilan yang dibutuhkan lulusan tahun 2030, pemanfaatan AI sebagai alat belajar dan pengembangan karier, pembangunan personal branding serta portofolio digital, hingga peluang karier global di era transformasi digital.

Mahasiswa juga diajak memahami dalam menghadapi perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat.

Melalui kegiatan mahasiswa diharapkan mampu memahami peluang dan tantangan AI, mendorong motivasi belajar, serta mempersiapkan mereka untuk bersaing di pasar kerja global.

Pihak UNIROW menilai kehadiran Prof. Shukor tidak hanya memberikan wawasan akademik terkait AI. Tetapi juga menjadi langkah awal membangun kolaborasi yang lebih luas dalam bidang riset dan publikasi bersama, pertukaran dosen, pengabdian kepada masyarakat, dan berbagai program akademik lainnya yang bermanfaat bagi kedua institusi.

Selama berada di Tuban, Prof. Shukor mengaku terkesan dengan sejarah dan budaya daerah lokal. Menurutnya, Tuban memiliki nilai historis penting sebagai salah satu pintu awal penyebaran Islam di Pulau Jawa yang kaya akan warisan para wali.

Melalui kegiatan Visiting Professor ini, UNIROW berharap pemanfaatan AI dapat dilakukan secara lebih bijak dan produktif, sekaligus memperkuat jejaring akademik internasional guna meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. (*/Fi).