Jakarta, Nusantarapos – Nama Raffi Ahmad belakangan ikut terseret dalam kasus yang menjerat bos Blueray Cargo. Untuk meluruskan kesimpangsiuran pemberitaan tersebut, Raffi memberikan pernyataan resmi.
Sekedar informasi, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada 4 Februari 2026. Kemudian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi kalau nama Raffi sempat disebut dalam persidangan bahwa Raffi pernah berkunjung ke kantor Blueray Cargo di Amerika dan melakukan transaksi disana.
Raffi menjelaskan bahwa pertemuannya dengan pihak terkait terjadi secara tidak sengaja saat dirinya berada di Amerika Serikat pada Oktober 2025. Kala itu, ia bersama sahabat-sahabatnya, sedang mengikuti Chicago Marathon bersama Ariel NOAH, Gading Marten, dan Desta.
“Jadi, sedikit saya ingin jelaskan, waktu itu memang benar saya berangkat ke luar negeri. Saya lari maraton bersama Ariel, Gading, dan Desta. Yang ikut maraton saya sama Ariel di Chicago Marathon,” ujar Raffi.
Usai kegiatan tersebut, Raffi melanjutkan perjalanan ke New York dan mengunjungi sejumlah usaha milik diaspora Indonesia sebagai bentuk dukungan. Di antaranya adalah restoran Awang Kitchen dan toko Indo Java yang menjual berbagai produk khas Indonesia. Menurutnya, kegiatan tersebut murni bersifat dukungan terhadap pelaku usaha Tanah Air di luar negeri.
Raffi mengaku momen yang kemudian menjadi sorotan terjadi saat dirinya hendak meninggalkan lokasi. Ia diajak berfoto oleh pihak yang kemudian dikaitkan dengan Blueray Cargo. “Mereka panggil saya, ‘Mas Raffi, Mas Ariel, Mas Gading foto dong sama saya.’ Ya sudah, kami foto di depan tokonya,” katanya.
Lebih lanjut, Raffi membantah keras adanya transaksi atau pemesanan barang dalam bentuk apa pun. Ia mengaku sempat ditawari pengiriman produk elektronik, namun langsung menolak. Suami Nagita Slavina itu juga memastikan tidak pernah memberikan nomor kontak ataupun melakukan komunikasi lanjutan.
“Dia bilang bisa kirimin apa pun itu, mau handphone, laptop, iPad. Saya bilang, ‘Nggak ah, saya nggak mau kirim. Nggak mungkin.’ Kalau gratis saya enggak mau,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Hotman Paris yang mendampingi Raffi dalam konferensi pers tersebut turut menegaskan tidak ada bukti yang menunjukkan adanya transaksi antara kliennya dengan pihak yang kini terseret kasus hukum. “Jadi intinya tidak ada pemesanan,” ujar Hotman.
Dia juga menjelaskan, “Intinya pertama, Raffi tidak pernah berkunjung ke Blueray. Kedua, Raffi ke Awang Kitchen, datanglah pegawai Blueray Cargo (minta foto bareng) dan ditarik ke dalam tokonya. Kebetulan Awang Kitchen dan Blueray bersebelahan. Ketiga, ternyata orang yang mendiskreditkan Raffi soal ini tidak berani datang,” lanjutnya.
Raffi menambahkan, “Tidak pernah terima kiriman apa pun. Bahkan namanya pun saya tidak ingat. Setelah itu tidak ada komunikasi lagi,” pungkasnya.

