BERITA  

Kadis Lingkungan Hidup DKI Pilih Berkantor di LLHD, Pengamat: Gubernur DKI Harus Lakukan Penertiban dan Evaluasi

Jakarta, Nusantarapos – Sepertinya Gubernur DKI Pramono Anung harus melakukan evaluasi kinerja Kadis Lingkungan Hidup DKI Dudi Gardesi Asikin.

Betapa tidak, Pemprov DKI yang sebelumnya melalui mantan Kadis Lingkungan Hidup DKI Asep Kuswanto telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 23 miliar pertahun untuk menyewa gedung Intirub di kawasan Halim sebagai kantor operasional sementara disaat kantor dinas Lingkungan Hidup sedang di renovasi. Namun Dudi Gardesi malah memilih berkantor di Laboratorium Lingkungan Hidup DKI (LLHD) yang berlokasi di kawasan Kuningan Jakarta Selatan.

Hal ini banyak dikeluhkan di internal Lingkungan Hidup DKI dan masyarakat. Tidak sedikit beberapa pegawai Lingkungan Hidup DKI sulit melakukan koordinasi, meskipun saat ini sudah dapat berkoordinasi melalui internet dan telpon. Namun kehadiran seorang pimpinan tetap dibutuhkan ditengah-tengah anak buah.

Begitupun dengan masyarakat, salah satunya  Pengamat Kebijakan Publik Amir Hamzah.

‎Menurut Amir, seharusnya anggaran yang sudah digelontorkan oleh Kadis sebelumnya untuk menyewa gedung di kawasan Halim jangan disia-siakan. karena semuanya itu menggunakan uang pajak masyarakat DKI.

‎”Seharusnya Kadis Lingkungan Hidup DKI lebih peka dengan kondisi masyarakat DKI saat ini. Janganlah menyia-nyiakan gedung yang disewa dengan harga yang cukup mahal, malah tidak digunakan,” ujar Amir.

‎Karena itu, Amir mendesak pihak Gubernur DKI melakukan penertiban dan evaluasi terhadap kinerja kadis Lingkungan Hidup DKI yang baru.

Sementara itu, saat dimintai tanggapannya Kadis Lingkungan Hidup DKI Dudi Garnesi melalui stafnya yang bernama Muhammad mengatakan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta berkantor di LLHD sebagai bagian dari optimalisasi aset milik Pemprov DKI Jakarta dan efisiensi anggaran. Gedung LLHD merupakan fasilitas milik pemerintah daerah sehingga tidak memerlukan biaya sewa seperti kantor di Gedung Intirub.

“Dengan demikian, anggaran dapat lebih difokuskan untuk mendukung program dan pelayanan lingkungan hidup bagi masyarakat,” ujar Muhammad.

Berdasarkan pantauan di lapangan, keberadaan kadis lingkungan hidup DKI Dudi Gardesi, memilih berkantor di kawasan Kuningan diduga akibat berdekatan dengan apartemennya yang tidak jauh dari laboratorium Lingkungan Hidup DKI.