Cegah Pikun dan Alzheimer: Mahasiswa Fisioterapi UMM Latih Otak Lansia di Surabaya

SURABAYA, NUSANTARAPOS – Ancaman penyakit Alzheimer di kalangan lanjut usia (lansia) semakin menjadi perhatian serius di dunia kesehatan. Memasuki usia senja, penurunan fungsi kognitif seperti melemahnya daya ingat jangka pendek, berkurangnya konsentrasi, hingga melambatnya kemampuan mengolah informasi, sering kali membuat lansia bergantung pada bantuan orang lain dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Secara global, jumlah penderita Alzheimer diproyeksikan melonjak mencapai 139 juta orang pada tahun 2050. Menyikapi kondisi tersebut, sekelompok mahasiswa Program Studi S1 Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengambil langkah pencegahan nyata melalui aksi kepedulian di Kota Surabaya, pada Sabtu (6/6/2026).

Puluhan lansia yang tergabung dalam Komunitas Senam Rehabilitasi Medik berkumpul di Taman Harmoni. Berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 10.00 WIB, kegiatan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dikemas dalam rangkaian penyuluhan kesehatan, aktivitas fisik, serta stimulasi kognitif secara berkelompok.

Andi Reski Batari, Ketua Panitia KKN, menjelaskan kegiatan diawali dengan senam lansia bersama untuk menjaga kebugaran tubuh dan melancarkan aliran darah menuju otak. Selanjutnya, mahasiswa memberikan edukasi mendalam mengenai pentingnya merawat kesehatan otak di usia senja, yang kemudian dilanjutkan dengan senam otak guna melatih koordinasi gerak sekaligus mengoptimalkan fungsi kognitif peserta.

“Kegiatan ini dirancang berdasarkan bukti ilmiah. Mengacu pada teori neuroplastisitas, otak lansia sejatinya masih memiliki kemampuan untuk memperbaiki dan menyesuaikan struktur serta fungsinya jika mendapatkan rangsangan yang tepat. Oleh karena itu, intervensi yang diberikan bertujuan membangun cadangan daya ingat, mengoptimalkan cara kerja otak, serta menyeimbangkan zat pengatur fungsi saraf,” ujarnya.

Selain pendekatan ilmiah, kegiatan ini juga menerapkan Terapi Kenangan (Reminiscence Therapy) melalui permainan interaktif. Para lansia diajak bermain tebak benda, tebak judul lagu, hingga menyambung lirik lagu-lagu masa lalu. Mengaktifkan kembali ingatan jangka panjang lewat cara ini terbukti secara klinis efektif mengurangi rasa cemas, meningkatkan rasa percaya diri, serta mempererat ikatan sosial antar sesama lansia.

Suasana di Taman Harmoni terasa sangat meriah, dipenuhi tawa dan tepuk tangan saat para lansia saling berlomba menyambung lirik lagu lawas.

Naniek Soebandriyattie, Ketua Komunitas Senam Rehabilitasi Medik, menyampaikan rasa senang dan syukurnya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Senang sekali, kegiatannya beragam. Ada senam otak, tebak benda dengan petunjuk yang bikin otak berpikir, juga tebak lagu dan sambung lirik. Semuanya dikemas dengan santai, menghibur, dan ada unsur kompetisinya, jadi makin semangat. Kegiatan berkelompok ini sangat bermanfaat bagi kami,” ungkapnya dengan antusias.

Melalui program ini, mahasiswa Fisioterapi UMM berharap kesadaran masyarakat terutama keluarga yang memiliki lansia, semakin meningkat untuk mendeteksi dan mencegah gejala Alzheimer sejak dini. Menjadi tua adalah kepastian, namun tetap sehat, bugar, dan tajam daya pikirnya adalah upaya yang bisa terus diusahakan. (Aryo).