BERITA  

Di Tengah Gempuran Budaya Asing, Danrem Untoro Sebut Wayang Kulit Efektif Satukan Masyarakat

Danrem Untoro (kemeja hitam) tengah asyik menyaksikan pagelaran wayang kulit di Padepokan Seni Kirun.

Madiun – Di tengah gempuran arus modernisasi, Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto menilai kesenian wayang kulit masih menjadi salah satu media yang efektif dalam menyatukan masyarakat.

“Saat ini banyak sekali budaya asing yang masuk melalui media sosial. Budaya-budaya itu tidak selalu mencerminkan nilai-nilai kebangsaan. Karena itu, saya menyambut baik adanya pagelaran wayang kulit seperti ini. Semua masyarakat berkumpul menjadi satu, tanpa sekat maupun perbedaan status sosial,” kata Kolonel Untoro usai menyaksikan pagelaran wayang kulit di Padepokan Seni Kirun, Desa Bagi, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, Rabu (24/6/2026) dini hari.

“Semangat kebersamaan semacam inilah yang harus terus kita pupuk untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa,” imbuhnya.

Menurut dia, semangat persatuan dan kesatuan merupakan modal utama dalam mewujudkan cita-cita besar bangsa Indonesia.

“Jika ini (persatuan dan kesatuan) terus terjaga, bangsa ini pasti akan semakin kuat, maju, dan mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” ujarnya.

Selain menjadi sarana hiburan, lanjutnya, kesenian wayang kulit juga sarat akan nilai-nilai luhur dan pesan moral yang sejalan dengan kepribadian bangsa Indonesia.

“Melalui wayang kulit, masyarakat tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga pelajaran tentang moral, etika, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara. Nilai-nilai ini sangat relevan untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini,” terangnya.

Danrem menambahkan, pelestarian budaya lokal seperti wayang kulit menjadi penting untuk memperkuat jati diri bangsa yang kaya akan keberagaman sekaligus membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Karena itu, ia mengharapkan pagelaran wayang kulit dan berbagai kegiatan budaya lainnya dapat terus digelar dan dilestarikan sebagai sarana mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya bangsa.

Sebagai informasi, pagelaran wayang kulit yang digelar tersebut merupakan bagian dari rangkaian Gelar Budaya Suroan Padepokan Seni Kirun 2026 dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 H.