DAERAH  

Sinergi Lintas Pihak: Langkah Nyata BAZNAS Sidoarjo Putus Rantai Kemiskinan Ekstrem, Ubah Wajah Tanggulrejo Menuju Kemandirian

SIDOARJO, NUSANTARAPOS, (14/7/2026) – Upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Dusun Tanggulrejo, Kelurahan Porong, terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak. Kawasan yang selama ini dikenal sebagai wilayah rentan sosial-ekonomi, kini menatap lembaran baru melalui aksi kemanusiaan komprehensif yang digagas Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo.

Melalui program unggulan “Zakat Menguatkan Indonesia”, BAZNAS bersama pemerintah daerah dan mitra strategis meresmikan pembangunan Musholla serta Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Al-Falah sebagai pusat peradaban baru warga setempat, Selasa (14/7/2026).

Acara peresmian ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan BAZNAS Sidoarjo, Camat Porong, Lurah Porong, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo dari Komisi D, serta tokoh masyarakat. Secara khusus, Anggota DPRD Sidoarjo Pujiono turut memberikan dukungan nyata dengan menyerahkan bantuan dua kodi sarung untuk kegiatan ibadah warga. Kehadiran berbagai elemen ini menegaskan komitmen bersama memutus rantai kemiskinan di wilayah yang dihuni 93 Kepala Keluarga (KK) tersebut.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, M. Chasbil Azis Salju Sodar atau yang akrab disapa Gus Jazuk menjelaskan langkah ini merupakan respon strategis sekaligus bentuk intervensi menyeluruh atas data kondisi warga yang berada di kelompok desil satu.

“Kami tidak ingin sekadar memberi bantuan sesaat, melainkan membangun ekosistem yang berkelanjutan. Zakat harus mampu menghadirkan dampak jangka panjang, menguatkan umat melalui pemberdayaan yang menyentuh aspek spiritual, pendidikan, hingga ekonomi sekaligus,” ujar Gus Jazuk.

Pendekatan yang diambil kini mengusung perspektif Social Return on Investment (SROI), di mana setiap rupiah yang disalurkan diukur berdasarkan dampak jangka panjang bagi peningkatan kualitas hidup warga. Revitalisasi Musholla Al-Falah didanai BAZNAS senilai Rp50 juta, diperkuat dukungan Rp30 juta dari BSI Maslahat dan BMH.

“Ini bukan sekadar renovasi fisik, melainkan investasi sosial untuk menghidupkan kembali fungsi musholla sebagai episentrum kegiatan kemasyarakatan,” tegasnya.

Selain fasilitas ibadah, perhatian besar diberikan pada pendidikan keagamaan melalui pendirian TPQ Al-Falah yang sebelumnya belum tersedia. BAZNAS menyalurkan bantuan sarana pendidikan senilai Rp12,5 juta beserta insentif bulanan bagi pengajar, guna memastikan 92 anak di dusun tersebut mendapatkan akses bimbingan agama yang layak.

Sementara untuk penguatan ekonomi, program peternakan ayam petelur digulirkan bagi 16 keluarga terpilih. Model ini dipilih karena dinilai efisien, mudah dijalankan, dan mampu memberikan pendapatan harian secara langsung bagi warga.

Gus Jazuk menambahkan, rangkaian aksi ini merupakan kelanjutan pendampingan yang telah dijalankan sebelumnya mulai dari bantuan tunai rutin bulanan hingga fasilitasi akses perbankan bagi warga yang mayoritas bekerja sebagai pemulung.

“Dari pendampingan terhadap lansia rentan seperti Mbah Sudjalmo dan keluarga lainnya, kami belajar bahwa kemiskinan ekstrem memerlukan penanganan berlapis. BAZNAS hadir sebagai penyangga, melengkapi program reguler pemerintah agar tidak ada warga yang tertinggal,” paparnya.

Sinergi antara pemerintah, lembaga amil zakat, mitra, dan wakil rakyat ini membuktikan bahwa pengelolaan zakat yang tepat sasaran mampu mengubah wajah kawasan dari keterbatasan menuju komunitas yang berdaya, mandiri, dan bermartabat. (Aryo).